Langgar Banyak Aturan, Pabrik Air Minum ini Lolos dari Pengawasan Pemkab

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk GSM 76 yang dikelola PT. Gunung Selamet Makmur di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, luput dari pantauan Pemkab Bogor. Pemkab lengah lantaran perusahaan yang sudah beroperasi selama satu bulan lebih itu diduga kuat tidak mengantongi berbagai jenis perizinan.

Transbogor.co menghimpun data, bangunan PT. GSM diduga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bermasalah, belum mendapat izin dari Pemdes Pancawati dan warga sekitar, serta mencatut izin BPOM milik PT Akuasis Indonesia.

Akibat dari berbagai pelanggaran tersebut kontribusi retribusi dan pajak ke negara pun dipertanyakan.

Sementara itu, Thomas, marketing PT GSM yang ditemui sejumlah wartawan di pabriknya, menjelaskan bahwa semua perizinan masih mengacu ke PT Aquasiarindo (AQSI). "Kalau IMB saya tidak tahu sudah ada atau tidak. Saya juga akui belum berkoordinasi dengan pihak desa. Kalau dengan camat dan pihak kecamatan sering ketemu," katanya.


Meski tak bisa memperlihatkan berbagai perizinan, Thomas ngotot bahwa perusahaannya telah memiliki SIPA meski SIPA milik AQSI. "Kami sudah punya SIPA, tiap tahun bayar pajak. Kami komitmen menyelesaikan segala perizinan," ujarnya.


Tak hanya itu, Saat ditanya soal nomor BPOM 249110001858 yang tertera di cup dan kardus produk, Thomas mengaku bahwa nomor BPOM itu adalah milik PT Akuasis Indonesia dengan alasan bekerjasama. "Kami bekerjasama maklon di Akuasis. Karena berebut dengan produk Clip, kami mundur, lagian produk tak higienis di Akuasis," kilahnya.


Demikian pula saat ditanya soal produk GSM yang tak memiliki tanggal expired. "Mesinnya masih macet," kilahnya. (ar/er)

.