Visi Kabupaten Bogor Diragukan

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Ketua Gabungan Pengusaha dan Konstruksi Kabupaten Bogor, Enday Dasuki meragukan visi Kabupaten Bogor sebagai kabupten termaju. Menurutnya, visi  tersebut tidak berangkat dari keinginan masyarakat Kabupaten Bogor melainkan pencitraan segelintir elit. 
 
“Kalau keinginan dari masyarakat itu saya optimistis bisa dicapai, tetapi kalau untuk kepentingan pencitraan elit saya yakin sangat sulit dicapai,” kata Enday dalam diskusi publik tentang infrastruktur yang digelar Kelompok Wartawan DPRD dan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, kemarin.
 
 
Enday menilai, Kabupaten Bogor tidak perlu dipaksakan jadi kabupaten termaju jika untuk kepentingan pencitraan semata. “Hemat saya kabupaten maju saja itu sudah cukup karena disitu ada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
 
Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, Eddy Wardani berkilah, DBMP sampai 2018 memprogramkan hanya menangani kabupaten. Adapun, jalan desa akan ditangani desa karena ada undang-undang desa yang memberikan kewenangan bagi desa untuk mengelola dana desa. “RPJMD  2018, jalan dalam kondisi sedang atau layak untuk dilalui kendaraan, saya kira itu bisa kita capai,” katanya‎.
 
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor‎, Ade Ruhandi mengatakan, kegiatan diskusi tersebut diharapkan bisa menjadi wahana mencari jalan keluar penataan sarana fasilitas umum agar semakin baik.
 
Sementara Ketua Komisi III, Wawan Haikal mengatakan, selama ini pihaknya mengawal program sejumlah dinas‎ sesuai tupoksi komisi yang dipimpinnya.
 
"Dalam forum ini, kami mengajak Pemda berkomitmen untuk meningkatkan yang kurang baik agar semakin baik," tandas Wawan.‎ (B.Adhi)
 
.