Chevron Terima Penghargaan Tertinggi KLHK

  ©transbogor.co
Senior Vice President Chevron Geothermal Brent C. Gros menerima piala PROPER Emas dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jakarta.

Transbogor.co- Chevron Geothermal Salak, Ltd., (CGS) menerima PROPER Emas, penghargaan tertinggi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan yang sudah keempat kalinya diterima CGS ini dinilai berdasarkan kinerja efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah dan  upaya pengurangan kesenjangan ekonomi lewat pemberdayaan masyarakat.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Senior Vice President Chevron Geothermal Brent C. Gros di Jakarta. CGS adalah satu dari 12 perusahaan yang meraih penghargaan PROPER Emas 2015 dari 2.317 perusahaan yang dinilai.

“Perusahaan yang mempunyai lingkungan yang baik, yang memperbaiki segala fasilitas kenyamanannya berarti perusahaan itu akan jauh lebih langgeng,” kata Jusuf Kalla mengapresiasi para penerima PROPER Emas

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, untuk mendapatkan peringkat emas inovasi merupakan pertimbangan utama. “Ada 37 inovasi penurunan emisi, pengolahan limbah menghasilkan 22 inovasi, konservasi dan penurunan beban pencemaran air dengan 14 inovasi, dan upaya pemeliharaan keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat sama-sama menghasilkan 6 inovasi,” jelasnya.                                          

Ditempat yang sama Senior Vice President Chevron Geothermal Brent C. Gros menjelaskan, program-program inovasi efisiensi energi di CGS yang ditampilkan untuk penilaian PROPER tahun ini diantaranya, mampu menghemat penggunaan energi sebesar 24.397 MWh. 

“Atau setara pemenuhan listrik bagi sekitar 37.700 rumah,” katanya.

CGS juga berhasil mengurangi hingga 99,53% limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan produksi energi panasbumi dan melalui program 3R (reduce, reuse, recycle) sampah domestic, CGS berhasil mendaur ulang sebanyak 79% dari total sampah yang dihasilkan pada 2015.

“Untuk konservasi air, tahun ini CGS berhasil melakukan konservasi lebih dari 4 juta m3 (99,02%) terhadap total pemakaian air. Program unggulan pengembangan masyarakat yang ditampilkan adalah program peternakan sapi terpadu dan Prakarsa Lintasan Hijau.,” Jelas dia.

Sementara itu,Lanjut dia, adalah program untuk merevitalisasi fungsi hutan koridor penghubung antara Gunung Halimun dan Gunung Salak yang terdegradasi dengan target restorasi seluas 500 hektar dan pemberdayaan masyarakat perambah hutan.” Program tersebut memberikan multi dampak positif terhadap bertambahnya kerapatan pohon, memperkaya vegetasi tumbuhan asli hutan, migrasi dan bertambahnya satwa liar yang dilindungi, serta edukasi masyarakat terkait konservasi lingkungan. Sampai bulan Juni 2015, total luas hutan yang direstorasi adalah 310 Ha.”pungkas dia. (B.Adhi/Rief_

.