Warga Desak P2T Lakukan Pengukuran Ulang Lahan

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Sejumlah pemilik lahan di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mendesak Panitia Pengadaan Tanah (P2T) kembali melakukan pengukuran ulang lahan milik mereka. Karena hingga saat ini sebanyak 95 lahan warga yang tersebar dibeberapa kampung di desa ini belum juga dibebaskan, terlebih mendapatkan pembayaran ganti untung pada megaproyek Tol Bocimi.

Azo, salah seorang perwakilan pemilik lahan warga Kampung Wates menilai, belum selesainya pembebasan lahan oleh tim P2T, karena hingga kini masih banyak lahan warga yang belum di ukur ulang.

"Harusnya pemerintah desa mendorong P2T segera menyelesaikan ukur ulang sebagian lahan yang belum tuntas. Jadi biar tidak menghambat ke yang lain, kalau lahan saya sih sudah beres di ukur tinggal kesepakatan harga saja," tegasnya.

Terkait belum dilakukannya pembebasan  lahan warga, pihak pemerintah desa setempat mengaku khawatir jika pembayaran lahan dilakukan secara konsinyasi. "Kami khawatir, jangan sampai akhirnya pembebasan dilakukan dengan cara konsinyasi atau pembayaran dilakukan melalui pengadilan," ujar Anita, staf Desa Wates Jaya.

Karena jika itu terjadi, lanjut dia, kemungkinan besar uang hasil ganti untung lahan warga habis untuk menyelesaikan persidangan. Dan menurutnya, kendala utama persoalan ini karena hingga kini belum ada kesepakatan harga lahan antara warga dan P2T serta Tim Pembebasan Tanah (TPT).(Ardi/Rief)

.