Jembatan Ambruk di Garut Murni Bencana

  Sejumlah warga melihat jembatan ambruk akibat tergerus air Sungai Cigunungagung, di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (3/3). Jembatan yang ambruk Senin (3/3) sekitar pukul 00.30 WIB itu menyebabkan satu unit sepeda motor beserta penumpangnya hanyut dan berhasil selamat, sementara satu kendaraan angkutan pedesaan yang hanyut bersama sopir beserta penumpangnya dinyatakan hilang. foto: antara

Garut, Trans Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menilai jembatan ambruk di jalur alternatif Cijapati, Kadungora, murni karena bencana alam bukan karena faktor perbuatan manusia.
"Jembatan tidak kuat menahan derasnya sungai sehingga terjadi ambruk, dengan kejadian ini dinyatakan sebagai bencana alam," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya melalui telepon seluler, Senin (3/3/2014).

Ia menuturkan usia jembatan itu memang sudah cukup tua dibangun pada zaman penjajahan Belanda, namun faktor usia jembatan bukan menjadi penyebab utama ambruknya jembatan.

Kondisi jembatan itu, kata dia, sudah mendapatkan perhatian oleh dinas terkait dengan terus melakukan pemantauan dan perbaikan.

"Jembatan itu dibangun waktu zaman Belanda, tapi sejak itu ada perbaikan, jadi ini (ambruk) bukan karena jembatan sudah tua, tapi kuatnya arus sungai yang meluap," katanya.

Sebelumnya jembatan di jalur alternatif Cijapati menghubungkan Garut-Bandung Kampung Bangbayang, Desa Karyamulya, Kecamatan Kadungora itu ambruk, Senin sekitar pukul 00.30 WIB.

Peristiwa itu menyebabkan satu unit kendaraan angkutan umum hanyut berikut dengan sopir dan penumpangnya, serta pengendara dan sepeda motor hanyut terbawa arus sungai.

Pengendara sepeda motor selamat, sementara sopir dan penumpang angkuta umum masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian petugas tim gabungan.

Jembatan itu ambruk sepanjang kurang lebih empat meter dengan lebar tujuh meter menyebabkan akses jalur alternatif Cijapati, Bandung-Garut terputus total.

(adh/ant)

 

.