Hotel Sayaga Terlalu Naif

©net
Istimewa

Transbogor.co - Gaung rencana pembangunan hotel berbintang tiga yang digawangi BUMD Sayaga Wisata Bogor memang terus berhembus. Padahal, wacana ini hampir gagal setelah Pemkab Bogor hanya mengucurkan dana penyertaan modal senilai Rp75 Miliar dari kas APBD bagi perusahaan plat merah tersebut.

Menyikapi isu ini, Ketua Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Rendy Mulyadi kembali angkat bicara. Menurut pria gempal ini, berkembangnya isu realisasi hotel itu merupakan indikasi yang nyata jika ada dugaan kongkalikong dibalik proyek tersebut. "Jelaskan kenapa kami dari awal selalu memperhatikan berita-berita soal hotel Sayaga. Pasti ada sesuatu kenapa hal ini terus didorong, baik di kalangan legislatif maupun eksekutif," paparnya kepada Transbogor.

Lebih lanjut, Rendy juga mengatakan, kritikannya terhadap proyek yang konon diusung lembaga independen ini bukan tanpa alasan. Selain dinilai terlalu naif, pembangunan hotel juga jauh melenceng dari visi dan misi PT Sayaga Wisata. "Memang hotel merupakan bisnis yang cukup menggiurkan dan berpontesi bisa memberikan deviden yang cepat, tapi apakah pembangunan ini akan berdampak pada kemaslahatan masyarakat? Tidak, karena hanya segelintir saja yang akan merasakan nikmatnya," terang dia

Dugaan Rendy sendiri memang sedikit mendekati kenyataan jika mengutip pernyataan Direktur PT Sayaga Wisata, Safrudin Jufri yang mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan pembangunan hotel kepada pemegang saham (Pemkab Bogor-red), pasca pengesahan Raperda Penyertaan Modal, belum lama ini.(Rifan)

.