DPRD Evaluasi Kinerja Dinas Pemkab Bogor Terkait Anggaran

©

Transbogor.co - Kendati Sisa Langsung Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Kabupaten Bogor 2015 diklaim mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun secara umum masih banyak hal yang harus dibenahi Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya dalam penyerapan pendapatan di sektor retribusi pajak yang disinyalir tetap belum optimal.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sudeni kepada Transbogor mengatakan, akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dinas-dinas yang terkait denang tupoksi Komisi II.

"Banyak yang harus kita benahi. Tapi yang utama soal aset dan potensi dulu karena dari sini kita akan bisa melihat target pajak yang seharusnya dapat diambil.oleh Pemkab," katanya, Jumat (4/12).

Ia pun menjabarkan, hingga saat ini Dispenda sendiri terkesan terlalu menutupi perolehan pajak secara mikro dan hanya melaporkan angka-angka pajak makro saja.

"Kita ingin lihat, sektor mana saja yang kurang. Jika ada hambatan atau kendala kan bisa di duduk barengkan untuk dicari solusi sehingga di tahun yang akaj datang tidak terjadi lagi 'kecolongan' pajak," urai politisi PKB ini.

Realisasi pendapatan pajak daerah di Kabupaten Bogor sepanjang 2014 mencapai Rp1,13 triliun atau melebihi target 15,53% dari yang dipatok Rp979,48 miliar. Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor. Penyumbang pajak terbesar terdapat pada bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar Rp408,36 miliar, atau tercapai 31,73% dari target Rp310 miliar.

Penyumbang terbesar lainnya yakni pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan mencapai Rp222,47 miliar yang melampaui 14,08% dari target. Adapun, pajak mineral bukan logam tercapai 4,84% atau sebesar Rp103,16 miliar dari target Rp98,39 miliar.

Sedangkan dalam Paripuran pengesahan APBD 2016, beberapa waktu lalu, Bupati Bogor, Nurhayanti melaporkan masih terjadi defisit antara pendapatan dan belanja sebesar Rp724 miliar. Angka ini lebih besar dari rencana anggaran sebesar Rp385,8 miliar. Defisit ini pun diklaim dapat menutupi Silpa pada tahun ini yang kurang lebih mencapai Rp400 miliar.

Dalam kesempatan itu, Nurhayanti juga memaparkan proyeksi pendapatan daerah Pemkan Bogor yang ditarget mencapai Rp5,87 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp395 miliar. Sementara belanja daerah mencapai Rp6,6 triliun.

Pendapatan itu sendiri bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksi naik hingga Rp92 miliar atau sekitar 4,86 persen dari rencana anggaran 2016 Rp1,9 triliun menjadi Rp2,5 triliun.

Penambahan PAD ini, kata Yanti, menutup pendapatan dari dana perimbangan yang turun 0,57 persen atau Rp2,37 miliar dari rencana ang­
garan 2016 yang diplot Rp2,39 triliun.

Belanja daerah pun diperkirakan naik Rp6,6 triliun atau bertambah 12,50 persen dari yang direncanakan Rp5,86 triliun. Ini meliputi belanja
langsung, Rp3,55 triliun dan belanja tidak langsung Rp3,47 triliun.(Ahm/Rifan).

.