AC Milan Dikritisi Legendanya

©net
Paolo Maldini

Legenda AC Milan dan Timnas Italia, Paolo Maldini, menegaskan kritik pedasnya kepada I Rossoneri karena rasa cinta yang begitu besar. Dia juga menyuarakan dukungan terhadap pelatih Sinisa Mihajlovic. Maldini tak sebentar membela klub yang bermarkas di San Siro, dicatat hampir seperempat abad ia membela Milan dan membawa Klub Merah Hitam Berjaya di Eropa.

Bek tangguh itu sempat diperkirakan bakal mengikuti langkah Javier Zanetti di Inter Milan dan Pavel Nedved di Juventus dengan masuk ke jajaran manajemen klub usai pensiun.

Akan tetapi, meski sudah pensiun sejak 2009, hingga kini Maldini masih belum masuk sebagai petinggi klub. Sebab, seperti diketahui dan sanrter diberitakan di media, pria 47 tahun itu memiliki hubungan yang buruk dengan Galliani.

Catatan hubungan buruk itu berawal pada Desember 2010. Ketika itu, Leonardo masih menjadi pelatih Il Diavolo Rosso dan ingin membawa Maldini sebagai direktur olahraga.

Akan tetapi, wakil CEO AC Milan, Adriano Galliani, menolak rencana itu dan menganggap peran tersebut tidak dibutuhkan dalam sepak bola modern. Merasa terhina dengan perkataan Galliani, Maldini beberapa kali melempar komentar bernada miring kepada manajemen Milan.

Bahkan, beberapa pihak percaya jika mantan kapten timnas Italia itu tak akan kembali ke San Siro selama Galliani masih bekerja di AC Milan. Maldini bahkan mengkritik Galliani dan menyebutnya sebagai pria yang tak tahu apa-apa soal sepak bola.

"Maksud saya mengkritik Milan didasari oleh rasa cinta mati karena saya sangt mencintai klub ini. Jika saya bisa memberikan suatu setelah apa yang mereka berikan, saya akan dengan senang hati melakukannya," papar Maldini kepada Sky Sport Italia seperti dilansir bola.com. .

"Namun saya ingin mengambil keputusan tertentu dan tampaknya ini menyebabkan masalah sedangkan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi mengambil keputusan berbeda," lanjutnya.

Mantan pesepak bola yang menghadirkan 26 trofi bergengsi selama 24 tahun kariernya bersama Milan memberikan dukungan untuk Sinisa Mihajlovic. Menurutnya, Miha butuh waktu untuk mengembalikan kejayaan skuat Merah-Hitam di liga domestik dan kompetisi Eropa.

"Sulit jika Anda datang ke Milan yang punya sejarah luar biasa, tekanan ini dirasakan pemain, pelatih, semua pihak. Saya sebenarnya tidak menyukai keputusan Milan yang memilih pelatih debutan dalam beberapa tahun terakhir karena itu perjudian besar. Milan butuh seseorang yang bisa membalikkan keadaan dan Mihajlovic adalah orangnya," beber Maldini. (blc/er)

 

.