Rasain! Maling di Bogor Didor Polisi

©
Polisi Latihan Menembak.ilustrasi

Transbogor.co - Otak komplotan pelaku pencurian yang ditembak polisi karena melawan petugas harus diamputasi kakinya.

 

Pelaku berinisial WH (36) ditembak di bagian tempurung kaki kanan saat ditangkap di kontrakannya.

 

Kapolsek Ciomas, Kompol Hepy Hanapy mengatakan WH terkena luka tembak dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati untuk diampitutasi.

"Karena proyektil pelurunya bersarang di tempurung kaki, pelaku disarankan untuk diamputasi dengan berdasarkan ijin dari pihak keluarganya," katanya.

Pelaku WH yang merupakan otak dari komplotan pencurian yang kerap beraksi di wilayah Ciomas dan ditangkap oleh anggota Reskrim Polsek Ciomas pukul 06.00 WIB Rabu (9/12).

Setelah WH ditangkap, pihaknya melakukan pengembangan dan kembali menangkap enam pelaku lainnya yang merupakan anak buah WH.

Keenam pelaku ini yakni KH (42), AW (25), EM (40), MM (43), ET (27), dan SZ (38) ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Gang Jarum, Kampung Kupu-Kupu RT 3/8, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

"Kami amankan 13 unit Ipad, 23 telepon genggam, empat unit kamera dijital, dan satu unit laptop. Kami juga amankan senjata tajam seperti golok, pisau, gunting, tang yang diduga digunakan pelaku saat beraksi serta kunci leter T," katanya.

Para pelaku terkena pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kapolsek Ciomas, Kompol Hepi Hanapi mengatakan, tujuh orang itu diburu polisi atas dugaan terlibat kasus pencurian.

Mereka sudah menjalani penahanan di Polsek Ciomas untuk dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

"Kami masih meminta keterangan dan melakukan penyidikan kepada mereka," ujarnya.

Kompol Hepi mengatakan, petugas kepolisian terpaksa melepas tembakan ke kaki kanan seorang yang ditangkap itu.

"Saat akan ditangkap pelaku berontak dan berusaha melarikan diri. Kami sudah kasih tembakan peringatan tapi tidak dihiraukan sama pelaku," kata Hepi.

Kapolsek menduga masih ada orang-orang lain yang terlibat dalam aksi pencurian ini.

"Pelakunya banyak, kami masih melakukan pengembangan," katanya.(Ahm/T*).

.