Franz Magnis: Novanto Layak Disanksi

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dituntut serius dan tidak bertele-tele menyelesaikan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Sebagai pimpinan lembaga legislatif, kasus yang menjerat Novanto mendapat sorotan publik luas hingga diperbincangkan di media social dan obrolan warung kopi oleh seluruh kalangan.

Tokoh rohaniawan katolik Franz Magnis Suseno menilai MKD harus segera memutuskan sanksi terhadap Novanto. Meski sulit, ia berharap ada sanksi berat yaitu Novanto mundur sebagai Ketua dan anggota DPR.

"Sanksi MKD itu mesti berat. Tapi, beratnya itu mundur. Enggak hanya Ketua DPR, tapi juga dari anggota. Itu yang sesuai, layak sanksinya. Macam ini (Novanto, red) tak bisa menjadi wakil rakyat," ujar Franz di Gedung PGI, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

seperti dilansir di detikcom, Franz menilai kelakuan Novanto yang terbukti melanggar etika, tak bisa ditolerir. Statusnya sebagai pimpinan tertinggi DPR, Novanto harus sadar dan bisa memperlihatkan sikap negarawanan.

"Itu yang bisa ditunjukan saya rasa. Baiknya mundur. Tapi, apakah MKD bisa tegas? Makanya ini yang harus diperhatikan. Nurani setiap anggota MKD harus dibuka," tuturnya.

Lanjutnya, Franz berharap kasus yang melibatkan Novanto ini tak diproses oleh MKD. Namun, juga lembaga penegak hukum. Hal ini menjadi penting dan tak bias agar masyarakat tahu secara hukum.

"Soal etika, ini sudah berat pelanggarannya. Tapi, tidak ada sanksi penjara. Kalau menurut saya, lebih baik juga diproses secara hukum," ujarnya. (dtk) 

.