Nurhayanti Tak Laku di Bojonggede?

  ©transbogor/rifan

Transbogor.co - Tiga buah spanduk peringatan terpampang di pinggir Jalan Raya Bojonggede, tepatnya Perumahan Darussalam, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede. Lucunya, tulisan pada media imbauan itu terpampang logo Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Padahal, Bojonggede sendiri masuk dalam 40 pemerintahan kecamatan dibawah Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Sejumlah anekdot pun menyeruak ke permukaan. Sejumlah warga yang lalu lalang diruas pun tersenyum sinir sembari mencibir. "Waah, kayaknya bukan negara aja yang bisa diklaim. Pemkot Bogor juga mau ambil alih Bojonggede," ujar Ito (38) warga Puri Artha Sentosa, kepada Transbogor.co.


Tak hanya dirinya, Zurifwan (46), warga Kampung Gelonggong juga tak mau ketinggalan mengkritik spanduk tersebut. "Ini bukti kalau Nurhayanti sebagai Bupati Bogor tak diakui warganya sendiri. Beda dengan Rachmat Yasin dulu, yang mau turun sehingga dikenal banyak orang," papar pria berdarah minang ini.


Lain lagi dengan Enay (55), warga Kota Bogor yang kebetulan lewat di jalur itu. Nenek satu orang cucu ini bahkan menilai, jika kesalahan pemasangan logo itu bukan tanpa dasar. Menurutnya, hal ini akibat tak.jelasnya administratif pemerintahan di wilayah perbatasan ini. "Wajar warfa bingung. Orang bikin KTP ke Kabupaten Bogor, tapi polisinya masuk Depok, kan aneh," cetusnya.


Pantauan dilapangan sendiri, spanduk itu ditulis oleh pengurus Rukin Tetangga (RT) setempat. Entah karena tak tahu karena umumnya wara Bojonggede memang pendatang dan bekerja di Jakarta, atau memang sengaja, yang pasti hal ini membuktikan jika pemerintahan yang dikelola Nurhayanti belum begitu mengena di masyarakat. (Rifan/er)

.