Lagi, 'Pencitraan' Peringatan Hari Anti Korupsi Dicibir

©net
ilustrasi

 

Transbogor.co - Penempelan stiker anti korupsi yang dilakukan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, bersama jajaran Muspida Kamis lalu terus mendapat sorotan sinir dari sejumlah pihak. Kini giliran aktivis Lingkar mahasiswa Pemuda Bogor Raya (LIMMABORA) Achmad Hidayat, angkat bicara.


Kepada Transbogor, Hidayat mengatakan badan perizinan terpadu satu pintu Kabupaten Bogor gerbang utama menuju Korupsi.
"Badan perizinan adalah pintu gerbang menuju korupsi, sehingga hal itu perlu di kritisi secara rinci atas pengawasan yang dilakukan oleh mereka," ujarnya.


Dengan tegas,ia pun menilai Pemarintah Kabupaten Bogor, saat ini tidak serius dengan bawahanya dalam pengawasan yang dalam pembangunan.


"Banyak infrastruktur yang secara kasat mata bermasalah, banyak para oknum dinas yang tatap mata bermain dengan para pengusaha, sehingga pengerjaan yang dilakukan terkesan abal-abal dan tidak bertanggung jawab," sebutnya.


Impian semua masyarakat Kabupaten Bogor harualah selaras dan bersinergitas semua element bukan hanya dimainkan secara tidak bertanggung jawab. "Kita buktikan, bahwasanya impian menjadi kabupaten termaju di Indonesia harus mampu menciptakan budaya yang bersih dan jujur, agar tidak terjadi kerusakan yang dilakukan oleh para koruptor," tambahnya.


Ia berharap untuk jajaran muspida baik penegak hukum dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama membrantas korupi di Tegar Beriman.


"Kita berharap kepada kejari dan jajaran muspida untuk memberantas korupsi dengan sepenuh hati demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” lanjutnya. (Rifan/er)

.