Pita Hitam 'Save DPR' Serukan Novanto Mundur

©net

Transbogor.co - Puluhan anggota DPR menyerukan pernyataan untuk menyelamatkan DPR. Mereka menuntut agar Ketua DPR Setya Novanto yang terseret kasus ‘Papa Minta Saham’ segera mundur. Seperti diketahui, siding Etik itu kini masih mengumpulkan keterangan saksi, terakhir Menko Polhukan, Luhut Panjaitan. Namun sang saksi kunci Riza Chalid sudah dua kali mangkir di proses persidangan.

"Pendapat publik terkait kasus ini pun benar-benar membuat DPR semakin terpuruk. Di tingkat internal, kasus ini membuat situasi lingkungan kerja di DPR semakin tidak kondusif karena terkait dengan kepemimpinan DPR," ungkap anggota DPR Komarudin Watubun yang hadir dalam pertemuan pernyataan sikap #SaveDPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Seperti diterbitkan detikcom, mereka pun meminta agar Novanto segera mundur. Selain itu anggota DPR lintas fraksi ini juga memberikan pernyataan dukungan kepada para anggota MKD. Adapun isi pernyataan sikap mereka adalah:

1. Meminta dengan hormat agar yang terhormat saudara Setya Novanto mengundurkan diri. Pengunduran diri ini demi kehormatan bapak Setya Novanto sendiri dan demi kehormatan lembaga yang bapak pimpin. Kesediaan bapak untuk mengundurkan diri merupakan pengorbanan yang luhur untuk mengangkat kembali martabat dan derajat DPR yang kita cintai ini.

2. Memberikan dukungan kepada para anggota MKD untuk bersama-sama menyelamatkan wajah DPR RI dengan mengambil keputusan yang tepat dalam upaya menegakkan kode etik DPR RI.

Usai pernyataan sikap, puluhan anggota DPR lalu memasang pita hitam di lengan mereka. Kemudian rombongan berjalan menuju ruang paripurna untuk menyampaikan pernyataannya ini.

Adapun mereka yang hadir adalah TB Hasanuddin PDIP, Charles Honoris PDIP, Taufiqulhadi Nasdem, Nico Siahaan PDIP, Teguh Juwarno PAN, Primus Yustisio PAN, Diah Pitaloka PDIP, Syarif Abdullah Alkadrie Nasdem, Kurtubi Nasdem. Juga turut hadir anggota MKD Akbar Faisal dari Nasdem dan perwakilan dari Gerindra yakni Wihadi, serta Ruhut Sitompul dari Demokrat. (dtk/er)

.