Ruhut : Ganti DPR Jadi Dewan Perwakilan Golkar Jika Putusan Mengecewakan

©net
Ruhut Sitompul

Transbogor.co – Aktor senior sekaligus Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mendendangkan petikan lagu Krisdayanti 'Menghitung Hari' dengan modifikasi lirik sesuai suasana DPR paling aktual. Dia bersenandung di depan Ruang Rapat MKD DPR. Ia mngecam dan menyindir jika hasil putusan kepada Novanto mengecewakan untuk mengganti nama DPR menjadi Dewan Perwakilan Golkar.

"Aku percaya dengan mukjizat Tuhan. Aku berdoa semoga MKD tidak mengecewakan," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015)

"Kita ganti saja nama Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Dewan Perwakilan Golkar, Gerindra, dan PPP," kata Ruhut protes dengan nada berkelakar.

Portal detikcom ,elansir, politisi yang juga seorang pengacara kondang ini berharap putusan MKD DPR nantinya bakal sesuai harapan publik. Ketua DPR Setya Novanto didorong lengser keprabon karena diduga terlibat kasus 'papa minta saham'. Syaratnya, minimal MKD harus menjatuhkan sanksi sedang. Bahkan bila sanski berat dijatuhkan maka Novanto juga dipecat dari anggota DPR.

Bagaimana bila keputusan MKD nantinya tak sesuai harapan publik?

Tentu bila DPR tak sesuai harapan publik, maka itu akan menyalahi namanya sendiri. DPR tak lagi menjadi perwakilan rakyat. Ruhut menyatakan, mayoritas publik kini sudah tak percaya lagi dengan anggota DPR. Ironis.

"Padahal ini kan wakil rakyat. Rakyat semua melihat. Salah satu hasil voting media, 91 persen rakyat Indonesia tak percaya lagi dengan anggota DPR. Enggak bisa pakai nama DPR lagi," tutur politisi yang pembicaraannya kerap mengundang kontroversi.

Pemeran Poltak sebagai juragan minyak di sinetron Gerhana ini juga menuturkan, keputusan MKD untuk memberi sanksi kepada Novanto tergantung dengan dinamika politik dalam internal MKD sendiri. PDIP memegang kunci soal hasil putusan nanti.

Maka Ruhut berharap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bisa menginstruksikan anggotanya di MKD untuk memberi sanksi tegas kepada Novanto. Bila PDIP solid setuju memberi sanksi untuk Novanto, maka anggota MKD anti-Novanto bakal menang jumlah.

"Tapi kan (jangan) PDIP lupa sejarah. Jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Enggak sadar dia (PDIP) dulu dizolimi UU MD3, partai pemenang tapi enggak bisa jadi Pimpinan DPR dan MPR," ketus Ruhut. (dtk)

.