Dorna Prioritaskan MotoGP Indonesia 2017

©

Transbogor.co – Media Jerman, SpeedWeek, Minggu (20/12/2015) memberitakan bahwa organisasi penyelenggara MotoGP, Dorna Sport telah membuka peluang bagi Finlandia menjadi salah satu tuan rumah MotoGP. Namun, tidak ada pernyataan yang menyebutkan bahwa Indonesia batal menjadi tuan rumah.

“Finlandia bekerja sangat professional, mereka mempersiapkan semua dokumen yang kita mau dan mereka sangat tepat waktu,” ujar CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta, seperti dilansir laman SpeedWeek, Selasa (22/12/2015).

Pernyataan Ezpeleta tersebut dijadikan isu bahwa Indonesia gagal menjadi salah satu tuan rumah MotoGP musim 2017-2019. Menanggapi rumor tersebut, mantan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) Irawan Sucahyono yang juga turun tangan mengurus MotoGP Indonesia, ikut angkat bicara.

“Saya sudah konfirmasi kepada Ezpeleta (CEO Dorna Sport) melalui sambungan telepon pada Senin (21/12/2015) malam. Ia mengatakan bahwa jangan khawatir, Indonesia masih menjadi prioritas salah satu tuan rumah MotoGP musim 2017-2019,” ujar Irawan, Senin (21/12/2015) malam.

Menurut Irawan, Ezpeleta menegaskan kabar tersebut tidak benar. Bahkan dirinya sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa Indonesia tidak profesional dan akan kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah MotoGP.

“Ezpeleta juga sudah telepon Tinton Soeprapto (Direktur Sentul) dan dijelaskan kalau tidak ada masalah dan semuanya masih sesuai dengan perencanaan,” kata Irawan.

Dijelaskannya, saat ini Indonesia masih menyiapkan masterplan dan Keputusan Presiden (Keppres). Setelah kedua hal itu selesai, maka Indonesia akan melakukan penandatanganan kontrak dengan pihak Dorna Sport. Rencananya akhir Januari 2016.

Indonesia geser Finlandia

Lanjut Irawan, sebelum Dorna Sport menunjuk Indonesia, Finlandia memang berada di urutan paling atas. Tetapi, saat Dorna mengetahui keseriusan Indonesia, posisi Finlandia tergeser oleh Indonesia.

“Memang Finlandia itu pernah digeser oleh Indonesia. Saat Ezpeleta datang, mereka bilang yang antre banyak dan yang paling depan Finlandia, tapi sekarang posisinya dibalik, kita sudah diprioritaskan dan Finlandia berada di posisi belakang setelah Indonesia,” ucap Irawan. (Ahm/KG).

 

.