Masjid dan Gereja di Sepakat Saling Jaga Silahturahmi

©

Transbogor.co - Ada pemandangan menarik dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal tahun ini di Jalan Merdeka Barat, Kota Malang, Jawa Timur pada 24 Desember mendatang.

Ini karena Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel dan Masjid Agung Jamik Malang berdiri berdampingan di jalan tersebut.

Berdasarkan kalender, Maulid Nabi tahun jatuh pada Kamis, 24 Desember dan sehari setelahnya pada Jumat umat Nasrani memperingati Natal.

Masjid Agung Jamik Malang memiliki dua kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi. Sementara, GPIB Immanuel menggelar kebaktian Natal mulai 24-28 Desember diikuti ibadah malam Tahun Baru pada 31 Desember 2015 dan Ibadah Tahun Baru pada 1 Januari 2016.

Menurut keterangan Sekretaris Takmir Masjid Agung Malang, Mochammad Effendi, kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi di masjid berupa pembacaan shalawat dan hadrah Al-Banjari dari kelompok Marabunta dan Ishari.

"Shalawatan dimulai setelah shalat Mahrib tanggal 23 Desember atau malam Maulid Nabi. Selepas Isya' diikuti hadrah Al-Banjari, mungkin sampai jam 11 malam," ujar Effendi kepada Surya, Senin (21/12/2015).

Ketika pihak masjid menggelar shalawatan, Gereja Immanuel yang berjarak sekitar 30 meter dari masjid, belum menggelar peribadatan dalam rangka Natal.

Kemudian pada 24 Desember malam, selepas Isya, pihak masjid menggelar pengajian umum memperingati Maulid Nabi. Pada malam itulah, gereja sudah menggelar peribadatan Natal.

Terkait dua kegiatan yang akan digelar di masjid tersbeut, Effendi menegaskan tidak akan mengganggu kegiatan kebaktian Natal di Gereja Immanuel.

"Ini kegiatan rutin, dan kami saling menghormati. Sudah mengerti masing-masing, menjaga toleransi. Dua kegiatan baik shalawatan maupun pengajian tidak akan mengganggu karena dipusatkan di dalam masjid, tidak sampai keluar jalan," tegasnya.

Masjid itu mampu menampung 7.000 orang jamaah, sementara itu masing-masing kegiatan diperkirakan diikuti oleh 500-700 orang.

Pengeras suara yang dipakai saat pengajian umum yang berbarengan dengan malam Natal, juga tidak akan mengganggu.

"Karena suara teredam di dalam masjid, jadi tidak akan mengganggu," imbuhnya lagi.

Sementara itu, pihak Gereja Immanuel mengaku sudah mengirimkan surat kepada takmir Masjid Agung terkait jadwal peribadatan di Gereja Immanuel.

Pengiriman surat itu sebagai bentuk koordinasi gereja dengan masjid.

Gereja Immanuel akan memulai peribadatan mulai Malam Natal 24 Desember pukul 17.00 wib dan 20.00 wib.

Kemudian 25 Desember, peribadatan mulai pukul 08.00 wib dan 18.00 wib. Semua peribadatan berakhir 1 Januari 2016.

"Selama ini kami saling menghormati, menjaga toleransi. Meskipun sama-sama ada kegiatan ya tidak masalah. Paling-paling nanti terkait pencarian lokasi parkir, tetapi jemaat kami sudah paham itu. Mereka bisa parkir di Gramedia, Sarinah, juga Telkom," ujar Pengurus Harian Majelis Jemaat GPIB Immanuel Wido Pradito.

Terkait peribadatan 25 Desember yang jatuh pada hari Jumat, pihak gereja memastikan kebaktian akan selesai pukul 10.30 wib menjelang pelaksanaan shalat Jumat.

"Memang jadwal rutinnya itu, tidak ada perubahan jadwal," imbuhnya.

Sementara itu, polisi meminta umat Muslim dan Nasrani saling menghormati dan menjaga toleransi, saat memperingati Maulid Nabi dan Natal.

Polres Malang Kota juga sudah berkirim surat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Malang terkait hal itu.

"Seperti dalam menyetel pengeras suara, kami minta untuk saling menghargai sehingga tidak mengganggu umat lain yang memperingati hari besar keagamaan," ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni.

Secara keseluruhan terdapat 110 gereja di Kota Malang. Semua gereja sudah memberitahukan kegiatan peribadatan mereka selama Natal dan Tahun Baru.

Setiap gereja akan mendapatkan pengawalan antara dua hingga empat personel polisi.

Polres Malang Kota juga mendirikan pos pengamanan Natal di tiga gereja yakni Gereja Katolik Hati Kudus Yesus atau Kayutangan, Gereja Katedral Santa Perawan Maria di Jalan Ijen, dan Gereja St Albertus di Jalan Ahmad Yani. (Ahm/KG).

.