2016, TPPAS Nambo Beroperasi

©net
Istimewa

Transbogor.co - Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan tempat pengelolaan dan pengolahan akhir sampah atau TPPAS yang berlokasi di Desa Nambo, Kecamatan Klapanungal tahun 2016 beroperasi.

Percepatan operasiaon TPPAS yang luasnya mencapai 40 hektar itu, mengingat daya tamping tempat pembuangan akhir atau TPA Galuga, di Kecamatan Cibungbulang, sudah melebihi kapasitas. TPPAS Nambo sendiri menurut rencana akan dipakai membuang sampah yang berasal dari tiga wilayah, diantaranya Kota/Kabupaten  Bogor, serta Kota Depok.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Subaweh mengatakan, pengelolaan sampah di TPPAS Nambo akan diserahkan kepada pihak swasta. Pasalnya biaya untuk mengolah sampah menjadi briket itu membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Briket tersebut masih kata Subaweh, akan dijual ke PT Indocement, sebagai pengganti batu bara, yang selama ini digunakan untuk proses pembakaran bahan baku semen. “Walau sampah yang dibuang ke TPPAS Nambo itu, dalam sehari mencapai ribuan ton, namun dijamin tak ada penumpukan, karena sampah langsung diolah dengan menggunakan teknologi,” jelasnya.

Nantinya tiap daerah yang membuang sampah ke TPPAS Nambo, katanya akan dikenakan retribusi, yang nilainya masih dalam pembahasan. Kabupaten Bogor akan mendapatkan keuntungan. “Selain retribusinya lebih murah dibandingkan yang dikenakan kepada dua daerah lainya, kita juga akan mendapatkan jatah dari retribusi,” ungkapnya. (Rifan/Rief)

.