Dinsosnakertrans Siap Bina PMKS

©net
Istimewa

Transbogor.co – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor optimis bakal lebih fokus menangani dan menuntaskan masalah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Bogor demi terwujudnya Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Keyakinan ini kian bertambah dengan di launchingnya, Kantor Balai Kesejahteraan Sosial,Desa Puspanegara Kecamatan Citeureup pada Senin, (21/12) lalu, oleh Bupati Bogor, Nurhayanti.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor Yous Sudrajat mengemukakan, kondisi geografis Kabupaten Bogor yang terletak cukup strategis dalam pengembangan wilayah penyangga ibu kota berdampak pada kompleksitasnya masalah kesejahteraan sosial dan perlu digarap secara serius serta berkelanjutan.

"Dengan tugas dan tanggung jawab yang sangat berat dalam menekan angka kemiskinan, oleh sebab itu sinergitas dan kerja sama perlu dilakukan untuk meminimalisir masalah PMKS, sehingga dapat mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia," ujar Yous kepada Transbogor.co.

Pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian serius yang perlu ditingkatkan terus menerus. “Service yang baik kepada masyarakat adalah hal terpenting dalam pelaksanaan urusan kepemerintahan” sebutnya.

Yous juga menuturkan, program kegiatan tahun 2015 yang menunjang indikator penciri termaju kabupaten Bogor dalam hal kemiskinan diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 dan target Keluarga Sangat Miskin (KSM) pada Program Keluarga Harapan yang berjumlah 52.275 KK tersebar di 434 Desa/Kelurahan atau 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Sedangkan, dalam rangka menciptakan kabupaten Bogor yang terbebas dari anak jalanan, Disosnakertrans melaksanakan kegiatan pembinaan bagi para anak jalanan. Sasaran kegiatan ini adalah anak jalanan yang sering melakukan aktivitas di jalanan, pasar atau tempat keramaian lainnya yang berusia diantara 5 sampai dengan 17 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dengan berkeliaran di jalan atau tempat – tempat umum.

Pembinaan selama dua minggu di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup melibatkan unsur Satpol PP yang membantu dalam proses penjangkauan anak jalanan, Bappeda, Dinas Kesehatan, dan BPPKB Kabupaten Bogor sebagai narasumber dan motivator dari unsur pemerintah serta LPK Citeureup sebagai instruktur pelatihan dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebagai tim yang menyediakan fasilitas outbound.

“Materi yang diberikan selama masa pembinaan cukup beragam seperti pelatihan keterampilan membuat produk berupa box tempat pensil dan tempat tissue, pendidikan jasmani dan rohani dari alim ulama setempat, dinamika kelompok dan pembinaan mental. Selama pembinaan di BKS, seluruh peserta diarahkan agar berpola hidup sehat dan bersih serta mandiri. Para peserta juga diberikan perlengkapan sekolah berupa paket seragam dan alat-alat sekolah dengan harapan selepas mereka dibina memiliki kesadaran akan pentingnya kembali ke bangku sekolah,” bebernya. (Rifan/Rief)

.