Polisi Tangkap Siswa MAN Cigombong

©

Transbogor.co - Tindakan tegas pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat secara sepihak mengeluarkan 'drop out' 10 siswa menuai kecaman dari berbagai pihak.

Koordinator Presidium ProDem Bogor Raya, Bagus Harianto mengatakan sangat menyayangkan sikap Kepala Sekolah yang tidak memberikan toleransi terhadap para siswanya yang duduk di kelas 12. Pendidikan adalah hak dasar yang wajib diperoleh seluruh warga negara melalui lembaga pendidikan. Namun sebaliknya, hak tersebut malah dirampas pihak MAN Cigombong.

“Sekolah harusnya tempat mendidik, mengajar dan melakukan pembinaan siswa tetapi sebaliknya di sekolah yang berbasis agama dan dibiayai uang rakyat ini malah merampas hak warga untuk mendapatkan pendidikan di sekolah,”tegasnya, Rabu (23/12).

Bertolak dari kejadian ini, lanjut dia, ProDem Bogor Raya mendesak Bupati Bogor, Kementerian Agama bahkan Presiden sekalipun harus turun ke lapangan serta memberikan sanksi dengan mencopot kepsek.

"Jika dibiarkan, ini akan jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan ke depan. saya berharap ini jadi pembelajaran bagi sekolah lainnya dalam memberlakukan kebijakan jangan seenaknya main DO," cetusnya.

Alvi, salah seorang siswa yabg dikeluarkan dari sekolah tersebut mengatakan, sikap tegas yang dilakukan pihak sekolah bermula saat ia bersama tiga kawannya membeli minuman jenis ciu satu botol sprite sepulang sekolah.

Tak lama kemudian, mereka pun menikmati minuman alkohol (minol) dikawasan Lido bersama teman-teman lainnya. Tiba-tiba saja, beberapa anggota Kepolisian Sektor Cigombong datang ke lokasi, Alvi bersama temen-temannya pun langsung lari tunggang langgang. Namun para pelajar tersebut berhasil dijaring petugas.

Setelah beberapa jam diamankan di kantor Polsek Cijeruk, pihak sekolah menjemput mereka dan dipaksa harus menandatangani surat drop out (DO).

"Kami semua mau tidak mau harus menandatangani surat  DO yang diberikan pihak sekolah, karena kami takut," ujar Alvi.(ahm/ar)

.