Harga BBM Turun ?

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Rencana pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar, akan dibahas dalam sidang paripurna yang digelar di Istana Negara sore nanti.

"Jadi pada hari ini kita kan rapat paripurna, topiknya ada 3. Pertama antisipasi terhadap MEA, kedua MDGs (Millennium Development Goals), ketiga antisipasi perkembangan ekonomi di tahun 2016," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015)

Ia mengatakan, sepanjang 2015 ini ekonomi Indonesia sudah mengalami tekanan global. Untungnya, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh mendekati 5% tahun ini.

"Kemudian kurs (rupiah) kita juga menguat, ini menunjukkan bahwa ekonomi kita sudah on the right track untuk kita lakukan. Nah tentunya pemerintah juga mempertimbangkan melihat menghitung beberapa hal yang berkaitan dengan BBM," ujarnya.

"Yang jelas kemarin Presiden (Joko Widodo/Jokowi) telah menandatangani perpres mengenai kilang. Jadi kilang akan diberi kesempatan. Kalau dulu hanya pada Pertamina, maka sekarang dibuka ruang kilang itu kepada swasta, tetapi offtaker-nya adalah tetap Pertamina," jelasnya.

Kebijakan baru dalam paket tersebut diharapkan bisa menekan harga BBM menjadi lebih murah. Sidang paripurna yang dimulai sore nanti akan membahas soal ini.

"Apakah dalam rapat nanti persoalan BBM itu akan diputuskan, yang jelas menteri ESDM telah memberi sinyal akan menghitung, mengevaluasi. Kalau memang ada margin untuk diturunkan, diturunkan. Tetapi tentunya menunggu secara resmi menteri ESDM menyampaikan kepada presiden dan wapres," ujarnya.

Menurutnya, naik-turunnya harga BBM adalah kewenangan Menteri ESDM, Sudirman Said. Namun karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, maka harus dibahas terlebih dahulu di sidang paripurna.

"Yang jelas pemerintah tentunya melihat memang sekarang ini harga BBM kita juga mengalami penurunan, dan ini sedang dihitung. Jangan salah kutip ya, bahwa ini sedang dihitung bukan berarti sudah pasti akan diturunkan," katanya.

"Tetapi kalau memang dalam hitungan nanti ada ruang untuk diturunkan karena kita sudah di-peg pada harga pasar, maka itu akan kita lakukan," tambahnya. (Det/Rief)

.