Harga Cabai dan Bawang Merah Mahal Jelang Natal

©

Transbogor.co - Sehari menjelang Natal, harga sayur mayur di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur melambung.

Kenaikan signifikan terjadi pada jenis cabai dan bawang merah. Pasokan cabai pun mengalami penurunan secara perlahan.

Manajer Pasar Induk Kramatjati, Nurman Adhi mengatakan, saat ini harga cabai dan bawang merah memang mengalami kenaikan.

Kondisi seperti ini terjadi seperti tahun sebelumnya. Usai perayaan Natal dan tahun baru, harga diprediksi normal kembali.

"Harga bawang merah, cabai merah keriting, cabai merah besar dan cabai rawit merah mengalami kenaikan. Namun khusus untuk cabai rawit hijau cenderung menurun. Secara umum pasokan cabai juga trennya mengalami penurunan," ujar Nurman Adhi, Rabu (23/12/2015).

Menurut dia, harga bawang merah pada November pekan pertama Rp 11.000 per kilogram. Kemudian minggu kedua Rp 15.000 per kilogram, ketiga Rp 15.000 per kilogram, dan keempat Rp 18.000 per kilogram.

Kemudian, pada bulan Desember pekan pertama Rp 26.000 per kg, pekan kedua Rp 28.000 per kg, pekan ketiga Rp 32.000 per kg, dan pekan keempat Rp 34.000 per kg.

Sementara itu, cabai merah keriting pada Desember di pekan pertama mencapai Rp 26.000 per kg, minggu kedua Rp 28.000per kg. Kemudian minggu ketiga Rp 31.000 per kg dan keempat Rp 34.500 per kg.

Kemudian cabai merah besar Rp 17.000 per kg, minggu kedua Rp 20.000 per kg, minggu ketiga Rp 27.000 per kg dan minggu keempat Rp 30.500 per kg.

Untuk cabai rawit merah di minggu pertama Rp 17.000 per kg, minggu kedua Rp 19.000 per kg, minggu ketiga Rp 25.000 per kg, dan minggu keempat Rp 28.000 per kg.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Pada pekan pertama harganya mencapai Rp 24.000 per kg, pekan kedua Rp 22.000 per kg, ketiga Rp 17.000 per kg dan minggu keempat Rp 17.500 per kg.

Sekadar diketahui, pasokan cabai minggu pertama di bulan Desember sebanyak 124 ton, minggu kedua 119 ton, ketiga 101 ton, dan keempat 128 ton.

"Kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh tiga faktor. Yakni pasokan cabai yang trennya menurun dengan dipengaruhi siklus peralihan tanaman cabai ke tanaman padi," lanjut Nurman Adhi.

Kemudian, faktor cuaca juga menyebabkan berkurangnya pemetikan dan tingkat kerusakan cabai cukup tinggi.

Naiknya harga cabai terbentuk dari petani yakni persaingan harga dengan pedagang luar Jawa. (Ahm/KG)

 

.