Gangguan Tidur Gejala Gangguan Jiwa

  foto:Dok

Sering kurang tidur atau malah kerap kali kelamaan tidur? Masalah ini, memang sudah tak asing lagi menimbulkan penyakit baru. Kekurangan tidur contohnya, dapat menurunkan kekebalan tubuh, memicu penuaan dini  dan mempersulit penurunan berat badan. Namun, tidur terlalu lama juga tak lebih baik, karena bisa menjadi penyebab munculnya berbagai masalah medis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan meningkatkan risiko kematian.

Jangan dikira sepele, pemicu susah tidur atau bahkan kelamaan tidur ini kerap dianggap wajar. Seperti, sedang terlalu banyak pikiran, kelelahan akibat terlalu banyak beraktifitas atau sedang terobsesi terhadap sesuatu , adalah gejala yang sering diasumsikan biasa-biasa saja. Padahal, beberapa masalah tersebut merupakan awal yang buruk bagi kesehatan psikis seseorang.  

Humas Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM), Dr Farid, mengatakan, kecemasan pikiran dapat menimbulkan gejala susah tidur atau sebaliknya membuat seseorang terlalu lama tidur. Hal ini, ia menjelaskan dapat menjadi indikasi gangguan jiwa. “  Ya bagi orang yang sering susah tidur, sebaiknya segera diperiksakan. Karena itu bisa termasuk kategori gejala gangguan jiwa, “ kata Farid.

Seiring perkembangan sosial ekonomi masyarakat saat ini, menurut Dr Farid, tingkat stress masyarakat semakin mudah meningkat. Contohnya, humas RSMM ini menerangkan, seperti seseorang yang sedang berobsesi terhadap sesuatu, perlu dianalisa bagaimana kesiapan wawasan, ekonomi , pergaulan yang cukup untuk mendukung keinginannya tersebut. Jika tidak,  sering kali menyebabkan kecemasan yang berlebihan. Sehingga, seseorang dapat susah tidur.

Jika, tidak langsung ditangani, lanjut Dr Farid menjelaskan, dapat berakibat gangguan jiwa yang serius. “ Kalau ternyata sudah susah tidur atau kelamaan tidur dan dibiarkan, bisa juga beneran gangguan jiwa, “ ucapnya.

Oleh karena itu, Dr Farid memberikan memberitahukan, bahwa di RSMM kini telah ada alat yang dapat mendiagnosa pola tidur seseorang. “ Jadi, bisa dilihat di gedung baru RSMM, sekitar satu tahunan bangunan baru ini jadi. Dan sudah beberapa bulan beroperasi. Disini, ada teknologi kedokteran baru yang dapat menganalisa pola tidur seseorang. Apakah ada gangguan atau tidak, “ paparnya.

Beberapa penjelasan tentang penyakit yang mungkin timbul dari gangguan tidur sebagai berikult. Diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur pada malam hari atau kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes.

Kegemukan. Terlalu kebanyakan dan kekurangan tidur juga dapat mempengaruhi timbangan berat badan. Penelitian menyebutkan bahwa orang yang tidur 9-10 jam per malam berisiko memiliki 21 persen lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan orang yang tidur 7-8 jam.

Sakit kepala. Tidur lebih lama dari biasanya, seperti saat liburan atau dalam perjalanan juga memicu sakit kepala. Para peneliti meyakini bahwa banyak tidur mempengaruhi neurotransmitter di otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan susah tidur tidur di malam hari juga memiliki risiko yang sama.

Penyakit jantung. Penelitian oleh Nurses Health Study menemukan bahwa wanita yang tidur 9-11 jam sehari memiliki risiko 38 persen lebih tinggi menderita penyakit jantung. Sebelumnya juga diketahui bahwa terlalu lama tidur membuat wanita rentan terhadap stroke.

Kematian. Tidur selama 9 jam atau lebih juga mampu membuat Anda meninggal dini. Jam tidur yang panjang diyakini sebagai indikator gangguan kesehatan.

Sedangkan Kekurangan tidur dapat berakibat juga terhadap penyakit yang fatal. Apapun alasan Anda, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan. Ada beberapa bahaya yang harus Anda ketahui:

 

Daya Tahan Tubuh Menurun. Seperti yang sudah disampaikan pada paragraf sebelumnya, tidur adalah proses regenerasi sel dari dalam. Bila Anda kurang tidur, otomatis daya tahan tubuh Anda melemah. Tubuh Anda akan mudah terserang virus yang ringan sekalipun, flu dan batuk misalnya. Sekalipun Anda mengatur pola makan, tanpa diimbangi tidur yang berkualitas, daya tahan tubuh Anda tidak akan prima.

 

Memicu Kegemukan Dan Diabetes. Kebiasaan begadang dan kurang tidur berakibat pada gangguan tingkat gula darah dan produksi leptin. Leptin adalah hormon yang berguna untuk menekan napsu makan. Apabila Anda kekurangan tidur, maka tubuh akan kurang menghasilkan leptin. Inilah yang menyebabkan Anda sering lapar pada saat begadang atau lapar di sepanjang siang.

Bila hal ini terjadi, Anda cenderung untuk memilih cemilan yang banyak mengandung glukosa, lemak, dan karbohidrat. Dengan demikian, tubuh akan menumpuk zat-zat tersebut dan mengacaukan tingkat gula darah, sehingga Anda lebih rentan terserang diabetes. Kegemukan juga merupakan efek samping dari pemilihan makanan tidak sehat akibat menurunnya hormon leptin.

Emosi Tidak Stabil Dan Sulit Berpikir. Tidur dapat menurunkan tingkat stres, sudah banyak penelitian yang membuktikannya. Kurang tidur akan membuat otak Anda tidak mendapat jatah istirahat yang cukup. Tubuh Anda pun mengalami kelelahan karena tidak mendapat perbaikan alami yang terjadi pada saat tidur. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan Anda menjadi depresi akibat kelelahan. Emosi Anda menjadi tidak stabil dan konsentrasi Anda akan menurun. Anda akan kesulitan untuk berpikir dan memecahkan masalah, bahkan untuk masalah yang paling ringan sekalipun. Anda bahkan menjadi mudah pikun dan ceroboh akibat kurang tidur. (lin/ dsb)

 

.