Dampak Freeport Berhenti Beroperasi, Ini Kata Maroef Sjamsoeddin

© ilustrasi tb

Transbogor.co  - Ramainya kasus 'Papa Minta Saham' yang membuat Presiden Direktur Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin harus hadir dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan, tidak berdampak pada operasi tambang Freeport di Papua.

Maroef menyebut 'kesibukannya' itu tak akan berpengaruh pada kinerja pertambangan Freeport‎. Menurutnya, bisnis tambang di Papua itu harus terus berjalan karena apabila berhenti dapat berdampak ke hal lain.

"Kami tetap bekerja seperti biasa, kami tetap beroperasional seperti biasa, tidak bisa kita mengabaikan hal-hal yang bersifat operasional, karena operasional ini juga berkaitan dengan pemeliharaan wilayah tambang, ini tidak boleh berhenti atau tidak boleh terlambat karena bisa berdampak pada lingkungan," ucap Maroef di sela kegiatannya di Timika, Papua, Minggu (27/12/2015).

Maroef juga menyebut, apabila hal tersebut tak berpengaruh besar lantaran keberlangsungan Freeport juga memiliki pengaruh pada 30.004 karyawannya, serta masyarakat sekitar. Dia menyebut jika Freeport tak beroperasi maka roda ekonomi di Papua bisa terganggu.

"Operasional ini terganggu bisa berdampak pada sosial, karyawan ada 30 ribu lebih juga keluarganya, kalau sampai produksi terhenti juga dampaknya pada kehidupan kesejahteraan masyarakat dan karyawan," ucapnya.

Terlepas dari itu, keberlangsungan kontrak Freeport menjadi urgensi yang terus dibahas Maroef. Dia menyebut komunikasi antara Freeport, pemerintah dan masyarakat menjadi hal yang penting.

"Jadi kami bekerja terus dan tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM," kata Maroef. (Det/Rief)

.