Bank BJB akan jadi Bank Nasional

©

Transbogor.co - Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten (BJB) optimistis kinerja korporasi makin tumbuh pada 2016 mendatang. Walaupun, pada 2015 ekonomi Indonesia mengalami perlambatan.

Menurut Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2016 diproyeksi sekitar 3,8 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi 2016 adalah perekonomian AS, yang diperkirakan tumbuh 3 persen dan India pada kisaran 7,5 persen.

Ahmad mengatakan, ekonomi Cina diperkirakan masih tumbuh melambat hanya 6,3 persen dan Indonesia menurut Bank Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen - 5,6 persen.

"Hal ini mengingikasikan bahwa tahun 2016 diproyeksikan akan lebih baik dibanding tahun ini," ujar Ahmad di Bandung, Senin (28/12).

Menurut Ahmad, memahami adanya kesempatan perekonomian yang meningkat, BJB akan terus meningkatkan kinerjanya, yakni, dengan mencanangkan estafet road map Bank BJB pada 2016, build stronger foundation for quality growth  atau membangun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan berkualitas.

“Bank BJB yang beranjak dari bank pembangunan daerah kini mampu berkembang besar menjadi bank nasional," katanya.

Untuk mencapai target-target yang dicanangkan, kata dia, di 2016 pihaknya menargetkan
pertumbuhan kredit sebesar 14 persen, pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 13,5 persrn, NPL turun menjadi sebesar 2,3 persen, LDR sebesar 92 persen, dan CAR sebesar 16,5 persen.

Sampai dengan kuartal III 2015, BJB memiliki 62 kantor cabang, 312 kantor cabang pembantu, 315 kantor kas, 115 paymet point, dan 1.208 ATM yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, sebagai pemegang saham pengendali BJB, target tersebut realistis dengan merujuk pencapaian hingga kuartal III tahun ini.

Menurut Heryawan , kinerja BJB sudah berhasil melampaui BUMN perbankan maupun swasta seperti BTN dan BTPN. Khusus BUMD perbankan, sudah makin kokoh menjadi yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. (Ahm/rep)

.