Tri Risma Kini Lawan Tangguh Jokowi

  foto:merdeka.com

Jakarta, Trans Bogor – Jokowi tak berdaya. Gubernur DKI Jakarta ini kabarnya hampir pasti jadi cawapres Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Jika Jokowi mau jadi pendamping Mega, maka Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini punya peluang meroket. Survei yang dilakukan oleh Laboratorium Politik UI menunjukkan sosok Risma adalah penantang paling tangguh untuk Jokowi. Elektabilitas Risma paling tinggi hanya setingkat di bawah Jokowi.

Survei yang dipimpin oleh Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk, pada akhir tahun 2013 lalu menunjukkan Risma sebagai penantang terkuat Jokowi dengan raihan 7,38 poin. Di bawah Risma ada Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (7,28 poin), Anies Baswedan (7,04 poin), Chairul Tanjung (6,43 poin), Abraham Samad (6,42 poin), Ignasius Jonan (6,40 poin) dan lainnya.

Responden survei ini adalah 61 pakar yang terdiri dari akademisi, pengamat politik, tokoh pers, LSM, konsultan politik, politikus, profesional serta pemuda atau mahasiswa. Survei diadakan dengan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, pada 19 November 2013 lalu. 

Para akademisi, bersama Hamdi Muluk, kemudian juga memasukkan Risma, Ahok, dkk itu sebagai 19 capares potensial di Pilpres 2014 bersama 17 nama lainnya. Sejumlah kriteria yang dipakai untuk merumuskan nama-nama ini adalah integritas yang baik, tak pernah melakukan perbuatan tercela, mampu menginsipirasi orang banyak, dan mempunyai prestasi atau rekam jejak yang mengesankan

Dukungan Terus Mengalir

Sementara itu, dukungan untuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani terus mengalir agar tetap bertahan sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan itu. Salah satu dukungan untuk Risma, sapaan akrabnya, yaitu melalui sejumlah petisi di situs change.org yang digagas Fajar Eristyawan dan Widas Satyo.

Fajar menyatakan Risma berhasil membangun sejumlah taman sehingga mencukupi jumlah ruang terbuka hijau (RTH) dalam wilayah kota Surabaya.

"Kebersihan dan kenyamanan Kota Surabaya tidak lepas dari peran Ibu Risma sebagai Wali Kota Surabaya yang telah mengubah wajah kota ini menjadi begitu asri," kata Fajar dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Denpasar, Rabu (19/2).

Sementara itu, Widas, mengatakan petisi yang digagasnya itu merupakan langkah sederhana dari warga Surabaya untuk mendukung Wali Kota mereka.

"Ini langkah awal kami, warga Surabaya khususnya, untuk memberikan dukungan moral kepada sosok pemimpin yang sudah berbuat banyak untuk kemajuan kota yang kami tinggali," ujarnya.

Petisi "online" dengan penggunaan tanda pagar SaveRisma (#SaveRisma) digelar sejak sepekan lalu sejak tayangan di salah satu stasiun televisi menyiarkan isi hati Risma tentang pengalamannya selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Dalam tayangan tersebut, Risma sempat menangis karena banyaknya tekanan dalam mengemban tugas. Meski demikian, belum jelas tekanan seperti apa yang dialami Risma.

Sejumlah pihak menyebutkan tekanan yang diterima Risma berasal dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan perselisihannya dengan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPRD Surabaya. (adh/ant/dtc)

.