hasil evaluasi akuntabilitas kinerja,KemenPANRB Peringkat 4, Malah Dapat Kritikan

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengumumkan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja kementerian/lembaga di tengah isu reshuffle. Hasilnya, KemenPANRB menilai dirinya sendiri masuk 4 besar kementerian dengan akuntabilitas kinerja terbaik.

Komisi II DPR yang bermitra dengan KemenPANRB, menyoroti hasil penilaian akuntabilitas itu belum sejalan dengan realisasi program-program yang dicanangkan.

"Dari sisi ide-ide, kebijakan, belum bisa dilaksanakan secara teknis keseluruhannya," ucap ketua komisi II Rambe Kamarul Zaman saat dihubungi, Senin (4/1/2016).

Rambe menyoroti berbagai program KemenPANRB yang terbentur dalam hal realisasinya. Misal, program menyangkut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didorong agar profesional dan kompeten. Secara teknis sulit, termasuk dalam pengawasannya.

"Mau ditegakkan bersama MenPANRB sulit melakukan itu. Masalah lain pengangkatan tenaga honorer. Saya nyatakan K1 dan K2 kita sepakat untuk diangkat, khususnya guru, bidan, perawat, tenaga penyuluh dan sebagainya," terangnya.

"Lalu masalah terakhir Satpol PP ingin diangkat menjadi PNS. Idenya cukup bagus tapi sulit dilakukan, dilakukan bertahap juga belum terprogram," imbuh Rambe.

Sementara terkait rilis akuntabilitas yang dilakukan KemenPANRB terhadap 77 kementerian/lembaga, di mana KemenPANRB nilainya masuk 4 tertinggi, Rambe menilai, kalau hanya terkait keuangan bisa jadi relevan karena anggaran Kemen PAN RB kecil. Tapi realisasi program seperti diurai di atas, patut dikritisi.

"Pemerintah sebagaimana tugasnya dia buat penilaian-penilaian terhadap kementerian dan lembaga. Bagaimana teknisnya dia yang menilai," ucap politisi Golkar itu. (Det/Rief)

.