Pertamax makin murah, Masyarakat Malah Pilih Premium

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Harga Pertamax RON 92 hari ini kembali turun, dari Rp 8.650/liter jadi Rp 8.500/liter. Walaupun Pertamax makin murah, nyatanya masih banyak masyarakat yang antre beli bensin premium di SPBU.

"Selisih kan Rp 1000-an yah lumayan. Sebulan 30 liter, berarti dalam sebulan bisa hemat Rp 30.000 kan lumayan. Pertama memang harga, sehingga masih setia sama Premium, nggak masalah ngantre panjang," kata William, salah satu pembeli bensin premium, di SPBU 34.1328 Selasa (5/1/2016).

Selain itu, menurutnya, kualitas premium tak jauh berbeda dengan Pertamax atau pun Pertalite. Dia mengaku, saat Premium naik, dirinya sempat beralih ke Pertamax, namun dirinya tak merasakan perubahan pada mesin motornya.

"Pernah coba Pertamax beberapa hari, tapi nggak ngaruh. Lebih baik Premium lebih hemat. Lumayan bagi saya, kalau harganya selisih gopek (Rp 500) baru mungkin mau pindah, karena kinerja sama saja menurutku," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Mulyadi. Sempat menjajal Pertamax seminggu, dirinya memutuskan tetap setia menggunakan Premium. Harga juga jadi alasannya enggan menggunakan BBM jenis lain.

"Belum ada niatan pindah. Kan lebih murah, buat kita selisih harga lumayan. Kalau masih enak dan murahan premium buat apa pindah, ada Pertalite juga tetap saya pilih premium," ungkap Mulyadi.

Supriadi, staf penjualan SPBU 34.1328 Rawamangun mengatakan, premium masih menyumbang penjualan terbesar di SPBU. Dari antrean harian, dirinya pun belum melihat peralihan signifikan pengguna Premium ke BBM varian lain sampai sejauh ini.

"Omzet harian Premium dari dulu nggak banyak perubahan, masih tertinggi yakni 30.000 liter sehari. Kalau pun ada perubahan sejak subsidi (Premium) nggak ada dan ada Pertalite, paling seribuan liter. Pertamax paling banter 7.000-an liter, plus 500-an liter saja, Pertalite juga 3.000-an liter," ungkapnya.

Supriadi menuturkan, pengguna motor baru akan pindah ke Pertamax atau Pertalite jika antrian di Premium sudah terlalu panjang.

"Mobil kan susah pindah dari Premium. Kalau di SPBU kita orang yang pakai motor baru mau pindah ke Pertamax atau Pertalite kalau Premium ngantri lama," pungkas Supriadi. (Det/Rief)

.