SDA dan WIN-HT Langsung Gebrak Jatim

  Sejumlah simpatisan membawa poster dan kalender bergambar mantan Presiden Soeharto ketika kampanye akbar Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Lapangan Srengat, Blitar, Jawa Timur, Minggu (16/3). Partai Hanura memanfaatkan atribut foto mantan Presiden Soeharto untuk menarik simpati masyarakat. foto: Antara

Surabaya, Trans Bogor - Jawa Timur merupakan provinsi yang menjadi sasaran utama gebrakan juru kampanye nasional, mengingat potensi suaranya yang sangat besar.

Hari pertama kampanye, Minggu (16/3) kemarin, langsung dimanfaatkan para pimpinan utama parpol untuk turun ke provinsi berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa itu.

Di Surabaya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali (SDA) meminta rakyat agar jangan salah memilih calon legislator (caleg) dalam Pemilu 2014.

"Jangan sampai salah memilih caleg. Suara kita yang lima menit di TPS akan menentukan nasib kita pada lima tahun mendatang," ujarnya saat berorasi di depan ribuan kader dan simpatisan PPP.

Politisi yang juga Menteri Agama tersebut mengajak masyarakat untuk memiliki tekad nasionalisme. Menurut dia, sifat cinta Tanah Air akan menjadi modal utama menuju dan membangun bangsa menjadi lebih baik.

Kendati saat ini bangsa Indonesia memiliki masalah, namun hal itu bukan menjadi persoalan dan bukan berarti tidak memiliki kemampuan untuk membenahi dan sekaligus memperbaiki.

"Selama rakyat Indonesia kuat dan berjiwa nasionalis, maka bangsa ini akan maju, berkembang dan menjadi negara yang berkah. Berkah ekonominya, kesehatannya, pendidikannya, hukumnya dan sebagainya," kata SDA.

Dalam kampanye dan orasi politik yang dirangkai dengan istighosah dan Haul ke-4 (Alm) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu juga diputar video berisi pesan istri (Alm) Gus Dur, Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, yang urung menghadiri haul dan kampanye PPP, karena sakit.

Lewat pesan dalam video itu, istri almarhum Gus Dur itu mendoakan PPP menjadi partai yang maju dan lebih baik.

Hanura di Blitar

Jika SDA menggebrak Surabaya dan akhirnya meluncur ke 'pantura' Jatim, maka Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto justru mengawali kampanye di bumi Bung Karno, yakni Blitar.

"Blitar termasuk kota unggulan. Di sini proklamator dimakamkan," katanya dalam orasi mengawali kampanye perdana di lapangan Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Ia mengaku sengaja memilih kota ini sebagai lokasi untuk kampanye perdana, karena ingin melihat sejauh mana antusias, dukungan massa, serta aktivitas para kader menghadapi pemilu yang tinggal sekitar satu bulan ini.

Pihaknya juga mengatakan Partai Hanura ingin mengajak semua masyarakat untuk bersatu. Bangsa Indonesia telah merdeka sejak 1945, tapi sampai saat ini kemerdekaan seutuhnya belum didapat.

Ia juga menegaskan Hanura ingin mengetuk hati nurani rakyat dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa ini, karena itu pihaknya berharap masyarakat akan memilih wakilnya yang dipercayai.

Perangi Korupsi Sementara itu, pasangan Wiranto yakni Hary Tanoesoedibjo (HT) juga menggarap Jatim dengan melakukan kampanye di Parkir Timur Gedung Olahraga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Saat ini masih banyak persoalan yang harus dihadapi oleh bangsa ini, termasuk kasus korupsi yang masih belum terselesaikan," katanya.

Saat ini, rata-rata gaji penduduk di Indonesia berkisar di angka Rp3,4 juta dan angka tersebut masih jauh di bawah negara Malaysia yang sudah mencapai Rp11 juta setiap bulannya.

"Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat di Indonesia yang gajinya jauh di atas itu dan tidak sedikit pula yang lebih rendah dari itu sehingga kesenjangan sangat terasa," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat jangan segan-segan untuk memerangi korupsi yang ada di negara ini sampai tuntas.

"Dengan tidak adanya kasus korupsi yang ada di negara ini maka negara akan memiliki kekuatan ekonomi yang bagus dan mampu untuk membantu kebutuhan masyarakatnya," katanya.

Ia mengatakan saat ini ada dua cara yang dilakukan oleh pemerintah jika mengalami kesulitan keuangan yaitu utang dan juga mengurangi jatah bantuan kepada masyarakat.

"Tetapi, berutang dan mengurangi bantuan kepada warga masyarakat bukan satu-satunya cara untuk mengatasi kekurangan pada sebuah negara," katanya.

Ia mengatakan dengan kondisi perekonomian yang sehat maka bukan tidak mungkin masyarakat bisa mendapatkan bantuan yang lebih seperti pendidikan gratis dan kesehatan gratis.

"Atau bahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat yang menjadi pengangguran akan dibantu oleh negara sampai mendapatkan pekerjaan yang sesuai," katanya.

Selain SDA dan Win-HT, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie (ARB), dan Mahfud MD juga akan menjadi juru kampanye nasional (jurkamnas) Pemilu 2014 di Jatim.

"Bu Megawati akan langsung tampil dalam kampanye pertama PDIP di dekat GOR Pantjasila Surabaya pada Senin (17/3), bahkan beliau akan datang bersama putrinya Puan Maharani dan Sekjen Tjahjo Kumolo," kata Sekretaris DPD PDIP Jatim Kusnadi.

(adh/ant)

.