Pencurian di Bandara Soetta Ada Keterlibatan Petugas

©

Transbogor.co - Salah satu tersangka oknum porter yang mencuri barang dari kopor penumpang di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), mengaku mendapatkan keuntungan minimal Rp 50.000 setiap sekali melakukan aksinya. Dalam sehari, pencurian bisa dilakukan lebih dari tiga kali.

Saefullah (S), 22, salah satu tersangka menjelaskan dirinya lebih dulu membuka koper penumpang sebelum mengambil barang.

"Dibuka risleting atau dibuka paksa kopernya," tutur S saat dimintai keterangan di Mapolresta Bandara Soetta, Selasa (5/1).

Setelah berhasil dibuka, dia lantas memasukkan tangan ke dalam kopor dan meraba untuk mencari barang berharga. Barang curian yang biasa diambil antara handphone, makanan, parfum dan uang tunai.

S dan kawannya mengaku memilih secara acak dalam menentukan koper 'mangsa.

Saat mencuri, S mengaku ada keterlibatan petugas keamanan maskapai. Petugas keamanan ini nantinya meminta 'bagian' dari hasil pencurian para oknum porter.

S mengakui jika keterlibatannya dalam aksi pencurian karena desakan oknum porter seniornya. Jika tidak ikut mencuri, dia akan dipukuli dan dikucilkan.

Selain Saefullah, ada tiga tersangka lain yang kini diamankan oleh Polresta Bandara Soetta, ketiganya adalah Madun,29, warga Teluknaga Kabupaten Tangerang, Angga Jaya Pratama,28, warga Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang dan Andi Hermanto , 28, warga Palebaran Jaya, Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, pihak Polresta Bandara Soetta menangkap empat oknum porter yang mencuri barang dari dalam koper penumpang. Keempat porter dari maskapai penerbangan Lion Air itu tertangkap setelah penelusuran dari bukti rekaman kamera CCTV PT AP II pada November lalu. Salah satu porter mengungkap adanya keterlibatan sekuriti bandara dalam proses pencurian barang-barang penumpang. (Ahm/rep)

.