Masih Banyak Peredaran Sabu dalam Lapas

©

Transbogor.co - Terungkapnya praktik pembelian sabu oleh narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkoba Bollangi, Kab Gowa, kembali mencoreng nama baik Lapas. Tempat yang seharusnya membuat jera para pengedar maupun pemakain narkoba, justru dijadikan surga bagi peredaran barang haram tersebut.

Direktur Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) Kombes Pol Azis Djamaluddin mengatakan, dengan adanya penangkapan ini, pihaknya mencoba mengungkap bahwa masih banyak peredaran narkoba di dalam Lapas. Hal ini dikarenakan terdapat oknum penjaga lapas yang ikut berperan.

"Dengan penangkapan ini, sudah jelas ada oknum yang membantu untuk memudahkan proses jual beli dari dalam dan luar Lapas," Lapas," Azis Djamaluddin, Jumat (8/1).

Terlebih dari hasil penangkapan ini, Azis menyebut bahwa pelaku yang didapat telah melakukan pembelian di Akhir Desember 2015 dengan sabu seberat 200 gram. Artinya terdapat keleluasaan napi dalam membeli sabu dan menjual sabu dari dalam Lapas.

"Kalau pengakuan memang baru dua kali. Tapi saya yakin ini sudah lama dilakukan," papar Azis.

‎Untuk itu pihaknya berharap kepada pegawai Lapas melakukan berbagai upaya agar peredaran sabu bisa diminimalisir bahkan dihilangkan. Para Kalapas di setiap daerah baik di satu kota dengan kota lain pun diminta lebih proaktif untuk bekerjsama karena banyak jual beli sabu dilakukan napi antar lapas.

Terpisah, Kepala Lapas Bollangi Erwedi menjelaskan bahwa dirinya ikut kecewa dengan penangkapan pegawai lapas yang ikut membantu perdaran sabu oleh seorang napi. Karena sejauh ini Erwedi telah meminta kepada semua pegawai lapas agar tidak 'bermain' dalam setiap pekerjaannya.

Bukan hanya itu, Erwedi mengatakan, ‎pihak Lapas sebenarnya telah melakukan razia guna mencari napi yang menyimpan maupun memakai sabu akhir Desember 2015. Namun dari hasil pemeriksaan tersebut tidak didapati napi yang memiliki narkoba.(Ahm/rep)

.