Disperindag Kota Bogor Operasi Ban Gundul

  BAN PALSU - Kondisi ban bukan standar SNI yang bisa membahayakan pengemudi kendaraan. Foto: dok

Bogor, Trans Bogor - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Kota Bogor, mengawasi peredaran ban SNI dengan menggelar operasi penggunaan ban berstandar nasional di angkutan kota dan umum.

"Operasi pengawasan ini kami lakukan selama sepekan dengan sasaran angkutan umum di Terminal Baranangsiang dan yang melintas di Kota Bogor" ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor M Sinaga di Bogor, Jumat (21/3/2014).

Sinaga mengatakan dalam operasi yang dilakukan di Terminal Baranangsiang, Rabu (19/3), diperoleh data sebagian besar angkutan L300 atau mobil 3/4 yang melayani rute Sukabumi-Bogor tidak menggunakan ban SNI.

Begitu juga dengan operasi yang digelar Kamis (20/3)dengan sasaran angkutan kota yang melintas di Jalan Pemuda diantaranya trayek 08 (Pasar Anyar-Cibinong), trayek 07 (Merdeka-Warung Jambu) dan trayek 09.

"Hasil operasi yang dilakukan selama dua hari ini banyak angkutan umum yang tidak menggunakan ban SNI. Selain itu, beberapa angkot kondisi ban sudah tidak layak pakai, ada yang gundul dan mekar," ujar Sinaga.

Angkutan umum yang kedapatan tidak menggunakan ban dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) tersebut langsung didata kepemilikannya baik oleh Disperindag dan Dina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) yang ikut dalam operasi gabungan tersebut.

Menurut Sinaga, penggunaan Ban SNI diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Penggunaan ban SNI bagi angkutan umum juga menyangkut keselamatan penumpang sebagai konsumen jasa transportasi," ujar Sinaga.

Sinaga mengatakan, hasil operasi tersebut pihaknya telah mendata pemiliki angkutan yang kedapatan tidak menggunakan ban SNI, untuk selanjutnya akan dipanggil ke Disperindag menandatangi surat pernyataan akan mengganti ban angkot sesuai standar.

Untuk selanjutnya pengawasan penggunaan ban SNI diserahkan kepada DLLAJ sebagai pihak berwenang yang mengeluarkan izin KIR bagi angkutan umum.

"Pengujian KIR itu mengawasi kelaikan kendaraan, tidak menggunakan ban SNI juga bagian dari kelaikkan. Jika ada kendaraan yang tidak menggunakan artinya KIR tidak laik," ujar Sinaga.

Sinaga menambahkan, pengawasan Ban SNI di Kota Bogor rutin dilakukan setiap tahunnya. Pengawasan dilakukan dengan memeriksa penjualan ban berstandar nasional tersebut di sejumlah toko dan penjual.

"Pengawasan dilakukan dua arah, satu kepada pedagang ban yang kami lakukan sebulan sekali dalam satu tahun. Dan untuk pertama kalinya pengawasan penggunaan ban SNI kepada angkutan umum ini kami laksanakan," ujar Sinaga.

(adh/ant)

.