Bersembunyi di Gunung Sape, Pembunuh Rhoma Irama Diciduk Polisi

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Pembunuhan terhadap mahasiswa STKIP Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rhoma Irama telah menemukan titik terang. Polisi sudah berhasil menangkap pelaku berinisial A dan J yang melarikan diri sejak tanggal 6 Januari 2016. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Gunung Sape, NTB.

Kapolres Bima Kota AKBP Nurman Ismail mengatakan polisi telah melakukan penyisiran di Gunung Sape selama dua hari terakhir. Penyisiran tersebut berdasarkan kerja sama dengan pihak keluarga yang sebelumnya sudah mengetahui keberadaan pelaku.

"Kami sebelumnya sudah minta bantuan dari keluarga pelaku untuk bisa bekerja sama. Atas dasar itu, keluarga pelaku memberikan informasi tempat persembunyian pelaku," kata Nurman

Nurman menuturkan penangkapan dilakukan sekitar pukul 07.00 WITA. Pelaku langsung digelandang ke Reskrim Polres Kota Bima.

"Dengan barang bukti CCTV, sudah sangat jelas apa yang telah dilakukan pelaku dan siapa-siapa yang terlibat," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Nurman, polisi akan terus mendalami motif dan peran masing-masing pelaku dalam melenyapkan nyawa korban. Nurman juga menambahkan akan mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 170 Jo 351 KUHP ayat (2) atau ayat (3) KUHP tentang penganiayaan atau kekerasan bersama-sama terhadap orang hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Ancaman hukuman maksimalnya untuk pasal 170 dan 351 ayat 3 adalah 12 tahun sedang ayat 2 maksimal 9 tahun. (Mer/Rief)

.