Pasar Motor Bebek Di Indonesia Lesu, Kenapa ?

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Pasar motor moped atau bebek di Indonesia tengah melesu dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi dengan munculnya beragam model di segmen seperti matik dan sport di Indonesia yang lebih berkembang. Melihat hal itu, pasar motor bebek bisa saja tergerus dengan segmen lainnya.

Namun, Yamaha Indonesia menilai bahwa segmen motor bebek masih tetap ada dan masih digunakan di beberapa wilayah di Indonesia. Dijelaskan Asisten General Manager Marketing Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Mohammad Masykur meski banyak masyarakat Indonesia yang banyak beralih ke motor matik, namun penggunaan motor bebek masih banyak di daerah-daerah.

"(Motor) bebek agak susah, mau enggak mau orang terbuai dengan matik sekarang. Apalagi melihat kondisi jalanan di kota yang makin macet. Kalau di daerah masih bisa," jelas Masykur.

"Segmennya (motor) bebek masih ada, seperti tahun lalu kita keluarkan MX King," imbuhnya.

Dari data penjualan AISI tahun lalu sepanjang Januari hingga November, segmen motor matik masih mendominasi penjualan di Indonesia. Motor bebek mulai tergerus pasarnya oleh motor sport. Dari total 6 juta unit motor, motor skutik menguasai pasar sebanyak 75 persen disusul bebek 13 persen dan sport 11 persen.

Yamaha Indonesia sendiri belum memberikan kepastian apakah tahun ini bakal meluncurkan segmen terbaru di motor bebek atau tidak. Lain halnya dengan pasar sepeda motor matik, Yamaha baru-baru ini telah meluncurkan New Fino 125 Blue Core dan dalam waktu dekat ini juga akan mengeluarkan
Aerox 125.

Di segmen motor sport, Yamaha Indonesia juga dikabarkan akan mengeluarkan MT-15 versi naked R-15 antara kuartal pertama dan kedua tahun ini. (Det/Rief)

.