Pelabuhan Tanjung Priok Di Jaga Ketat Polisi Bersenjata

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Polres Pelabuhan Tanjung Priok memperketat pengamanan  di sejumlah tempat objek vital nasional serta melakukan patroli skala besar bersinergitas dengan TNI dan stake holder, menyusul adanya teror bom di Starbucks, Sarinah, Jalan MH Thamrin.

Objek vital nasional yang ditingkatkan keamanannya yakni di PLTU, Indonesia Power, Pertamina Digul termasuk kegiatan kapal – kapal asing yang  sandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Seluruh objek vital Nasional yang berada di pelabuhan Tanjung Priok  tetap dalam pengawasan kita, dengan meningkatan patroli mobile dan pengamanan stasioner,” kata  Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi. disela-sela kegiatan pengamanan.

“Ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya di pelabuhan Tanjung Priok,” tandasnya.

Sejauh ini, kata AKBP Hengki untuk situasi di  Pelabuhan Tanjung Priok  masih dalam keadaan kondusif, di setiap kapal yang akan keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok pengamanan juga ditingkatkan.

Patroli menurut kapolres sebagai upaya preventif dan jika ditemukan tindak kejahatan atau pelanggaran langsung dilakukan upaya represif sesuai prosedur hukum yg berlaku sampai menciptakan suasana kondusif. Pelaksanaan pengamanan, melibatkan peran TNI dan stake Holders.

Sejumlah pos polisi lalu lintas  dan pol sub sektor yang ada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok juga turut ditingkatkan keamanannya oleh personel pasukan elit Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Priok  dilengkapi dengan  body face (rompi anti peluru) serta bersenjata lengkap, menggunakan mobil dan sepeda motor trail untuk berpatroli.

“Kita lakukan patroli skala besar. Gabungan Polres, TNI dan stake holder dengan kekuatan 115 personel,” kata Kabag  Ops Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Ini juga merupakan operasi cipta kondisi yang  dilakukan selama 24 jam terus menerus  di wilayah  Pelabuhan Tanjung Priok.”Pungkasnya. (PK/Rief)

.