Harga Minyak Dunia Terus Merosot, Arab Saudi Naikkan Harga BBM

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Harga minyak dunia terus merosot hingga menyentuh level US$ 27 per barel. Merosotnya harga minyak dunia ini lantaran berlebihnya pasokan minyak, salah satunya dari Arab Saudi yang merupakan salah satu penghasil terbesar minyak dunia.

Meski demikian, Arab Saudi tidak akan menyerah dan tidak akan memangkas produksi minyak mereka, untuk menopang harga minyak agar tidak merosot terlalu dalam.

Demikian dikatakan Pimpinan Saudi Aramco Khalid al-Falih dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, Eropa, seperti dilansir CNN.com, Jumat (22/1/2016).

"Kami tidak akan memangkas produksi kami yang hanya akan membuat peluang bagi yang lain," kata Khalid al-Falih.

Arab Saudi adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia dan eksportir minyak mentah terbesar.

"Ini adalah posisi kami dan kami tidak akan mengalihkan posisi itu kepada orang lain," katanya.

Dia mengatakan, Arab Saudi merupakan pemain lama di dunia perminyakan dan mempunyai cadangan minyak yang besar. Cadangan minyak Arab Saudi ini dipakai untuk menghadapi guncangan di pasar.

Meski demikian, perbaikan harga minyak dunia tidak akan terjadi selama pasokan minyak terus melimpah.

Harga minyak telah jatuh ke US$ 27 per barel, jauh di bawah US$ 100 per barel, hanya dalam 18 bulan.

Arab Saudi menanggung beban berat atas merosotnya harga minyak ini. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan serangkaian langkah-langkah penghematan sebagai akibat runtuhnya harga minyak, salah satunya dengan menaikkan harga bahan bakar Minyak (BBM/bensin) sebesar 50%.

Meski demikian, Arab Saudi tetap kokoh untuk memompa produksi minyaknya agar tetap menjaga pangsa pasarnya. Arab Saudi tak mau kalah menghadapi persaingan di industri minyak, baik dari AS maupun Iran yang bersiap-siap kembali merebut pangsa pasarnya setelah sanksi Iran dicabut.

Khalid mengatakan, harga minyak dunia saat ini memang tidak masuk akal.

"Tapi tidak mungkin harga akan kembali pulih dalam waktu dekat. Dalam jangka pendek, itu gambaran yang sangat suram," katanya. (Det/Rief)

.