Kinerja Camat Caringin dinilai Gagal

©ilustrasi tb

Transbogor.co-Kinerja Camat Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rumambi,  mendapat kritikan pedas dari kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di wilayahnya. Kritikan tersebut menyusul tidak ditanggapinya layangan surat dari OKP yang meminta audensi dengan camat Caringin beberapa waktu lalu.

"Jujur saja kami kalangan pemuda Kecamatan Caringin merasa kecewa dengan sikap camat yang tidak kooperatif. Padahal apa susahnya memenuhi permintaan kami selaku warga yang ingin mempertanyakan kinerjanya," ujar Ipan Sopandi, Penasehat OKP wilayah Kecamatan Caringin.

Menurutnya, selama menjabat Camat Caringin, Rumambi dianggap tidak proaktif terhadap bermasyarakat oleh banyak pihak, baik oleh masyarakat, kalangan pemuda, Organisasi Sosial (Orsos) hingga Kepanduan (Pramuka) dan berbagai kalangan lainnya.

Salah satu yang dikritisi pihaknya yakni tentang kejelasan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) ata gedung serbagunan Caringin.

"Ya itu salah satu hal yang ingin kita pertanyakan. Kami ingin tahu seperti apa kejelasannya," tegasnya.

Mantan Kepala Desa Pancawati ini pun menilai, penempatan Rumambi menjadi Camat Caringin merupakan kesalahan  Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bogor.

"Sebelum mendelegasikan, harusnya pertimbangkan dulu apa pantas orang tersebut memimpin wilayah, jangan asal menempatkan saja. Yang ada Caringin kini bukan makin berkembang, tapi sebaliknya malah stagnan setelah dipimpin camat itu," cetusnya.

Seharusnya, lanjut Ipan, camat bisa membangun sinergitas dengan melibatkan peranan pemuda dalam berbagai program sebagai bentuk dukungan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia. Tak hanya itu pihaknya juga mendesak para anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) 3 turut mengevaluasi pendelegasian Rumambi sebagai Camat Caringin.

"Ya makanya jangan salahkan warga ataupun kami kalangan pemuda, jika berbagai program kecamatan tidak berjalan, karena camat tidak mau membangun sinergitas dengan masyarakat," pungkasnya.

Dia menambahkan, karena tidak bisa menjalin sinergitas dengan berbagai kalangan, maka hal itu akan menjadi hambatan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju.

"Kalau camatnya aja seperti itu, bisa-bisa yang ada harapan kabupaten termaju hanya jadi jargon belaka dan malah sebaliknya menjadi kabupaten termundur," tutupnya.(Ardi/Rief)

.