Dua Pasien DBD Kota Bogor Meninggal Dunia

©

Transbogor.co - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan dua orang warganya meninggal dunia karena demam berdarah (DBD) selama Januari.

"Saya sudah melakukan pengecekan ulang dan hasil koordinasi terakhir, warga meninggal karena DBD ada dua orang," kata Bima melalui pesan singkatnya di Bogor, Senin (25/1) malam.

Ia mengatakan, warga yang meninggal pertama terjadi di awal bulan Januari, seorang anak warga Balumbang Jaya, dan satu laginya meninggal dunia kemarin, warga Cibogor.

"Satu anak anak meninggal awal Januari warga Balumbang Jaya. Satu lagi kemarin di RSUD warga Cibogor," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengatakan, pasien DBD yang meninggal dunia di RSUD bernama Eti umur 23 tahun warga Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah. Ia mengatakan, jumlah kasus DBD mengalami peningkatan bulan Januari namun dinas belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

"Karena jumlah kasus masih di bawah jumlah kasus tahun lalu," katanya.

Dia mengatakan, total jumlah kasus DBD hingga 25 Januari 2016 tercatat ada 87 orang terjangkit penyakit yang tergolong berbahaya tersebut. "Kalau dibandingkan jumlah kasus tahun lalu di bulan Januari tercatat 187 kasus. Kita menetapkan status KLB, karena terjadi lonjakan dua kali lipat," katanya.

Agar tidak terjadi KLB, lanjutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan mengerahkan kader-kader kesehatan untuk mensosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan PHBS.

"Dengan upaya-upaya yang dilakukan, dan kesadaran maupun kewaspadaan masyarakat diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan," katanya.

Rubaeah menambahkan, bulan Januari hingga Februari merupakan puncak kasus DBD seiring berlangsungnya musim hujan. Sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi dengan fogging massal sebelum masa penularan di wilayah endemis. "Penyuluhan dan surat edaran akan kita terbitkan untuk melaksanakan 3M di seluruh wilayah Kota Bogor," katanya.(Ahm/rep)

.