Lurah, Camat, Walikota Gaji Sudah Besar, Ahok : Kerja yang benar

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus mengingatkan kepada Lurah, Camat dan Walikota di Jakarta agar Bekerja serius untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat. Dirinyapun tak segan-segan akan menyopot bawahannya tersebut bila terbukti melakukan penyimpangan. .

“Mereka hanya akan diberikan gaji  saja sebagi staf, tunjangan akan dicabut. Jadi aya minta bekerja serius. Saatnya melayani,”kata Ahok, Rabu (27/6).

Ahok saat ini mengaku kecewa dengan kinerja sejumlah lurah, camat dan walikota.
“Gaji pegawai DKI itu termasuk yang paling tinggi di Indonesia,” kata Ahok.

Data di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, tercatat lurah di Jakarta ganjinya mencapai Rp 33 juta. Sedangkan Camat lebih dari 48 juta dan wali kota Rp 75 juta.

Besarnya gaji lurah camat dan walikota sempat mendapat tanggapan dari Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Redoynizar Munek.

Dalam rapat pemaparan mekanisme pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2016, Reydonnyzar  mengkritik habis-habisan anggaran DKI yang banyak dialokasikan pada belanja pegawai.

“Mendagri Rp 19 juta. Dirjennya aja berapa? Rp 14 juta. Pertanyaannya, bolehkah siklus fiskal digunakan sebesar-besarnya untuk pegawai?” ujar Donny beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan aparat tidak bolleh lagi bemalas malasan.” Tidak ada ada lagi alasan lurah camat dan walikota bermalasan,”katanya.

Rasetio menukung tinakan tegas Ahok mencopot aparat yang malas dan menyimpang. (PK/Rief)

.