Obat Psikotropika di beli bebas Pelajar di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Peredaran obat obatan medis dengan strip merah yang di jual bebas di toko obat Sasaka 2 di jalan Raya Bogor – Sukabumi Desa Cisempur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor akan di tindak oleh Seksi Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.


Berdasarkan laporan yang ada penjualan obat jenis psikotropika yang di jual itupun  mengandung zat penenang masuk dalam daftar G dan tidak di jual bebas. Jenis obat tersebut antara lain Eximer , Hex Alfazolam , Dumolid dan Rikona yang memberi efek halusinasi serta lemasnya syaraf otak. Obat yang biasa di beli oleh penderita parkinson itupun di konsumsi bebas oleh remaja dan pelajar tanpa ada resep dokter.


Kepala Seksi Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Runny Pulungan mengatakan kewenangan pihaknya hanya sebatas pada pembinaan. Sementara pendindakan kepada penjual dan distributor yang menjual obat strip merah dan masuk daftar G tanpa resep hanya bisa di tindak oleh Badan POM di Propinsi atau jika ada temuan pelanggaran Hukum maka menjadi ranah penegak hukum.

"Tugas kita hanya pembnaan kalau penindakan itu dari badan POM Jawa Barat di daerah kita sebatas kepanjangan tangan saja yang jelas nanti akan kita binda dan jika di temukan adanya pelanggaran hukum maka pihak kepolisian atau kejaksaan yang mengambil langkah hukumnya ". Jelas Runny

Menyikapi beredarnya obat psikotropika yang di jual bebas di Kecamatan Caringin dengan konsumen terbanyaknya pelajar itupun masih di dalami Kasat Intel Polres Bogor AKP Agustinus Manurung.
"Laporan sudah kita terima anggota kita sudah menuju ke lokasi". Tambah  Agustinus


Sementara dari pihak guru dari SMP Negeri 1 Caringin Pitrof menginginkan agar toko penjual obat di Desa Cisempur Kecamatan Caringin itupun di tutup karena tidak ada izin untuk menjual obat dari Dinas Kesehatan.

Obat berjenis eximer, Hex Alfazolam , Dumolid dan Rikona masuk dalam jenis obat penenang yang menimbulkan efek seperti halnya mengkonsumsi Narkoba. Jika pergunakan dalam jumlah yang banyak menimbulkan efek ketagihan. (Rief)

.