Pelajar SMP Wakili Indonesia dalam Kompetisi Film Dunia

©

Transbogor.co - Asya Andhikaputri (14) dan Adinda Nur Safitri (15) beserta tim dari SMP Cakra Buana, akan mewakili Indonesia dalam kompetisi pembuatan film tingkat dunia di Brasil. Sebelumnya mereka menjadi juara satu dalam program Kid Witness News yang diselenggarakan PT Panasonic Gobel Indonesia.

"Indonesia patut berbangga karena sineas muda terbaik kita akan berkompetisi dalam program Kid Witness News tingkat global. Ini merupakan prestasi," ujar Wendy Sofyan, Direktur HRS Panasonic Gobel Indonesia, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (28/1).

Ia mengungkapkan, dalam program ini Panasonic telah menerima 153 naskah dari para sineas muda di 50 sekolah di Indonesia. Naskah-naskah tersebut kemudian di seleksi menjadi 10 naskah yang diadaptasikan ke dalam film pendek berdurasi lima  sampai 10 menit.

Dari 10 film pendek tersebut, terpilih tiga film pendek terbaik. Juara pertama diraih SMP Cakra Buana Depok dengan film pendek berjudul Perubahan. Juara kedua diraih SD Kupu-Kupu dengan film pendek berjudul Indahnya Papua di Negeriku. Sedangkan juara ketiga diraih oleh SDI Al Azhar Bintaro dengan film pendek berjudul Mata Air Jadi Air Mata.

Dinda, sineas cilik dari SMP Cakra Buana mengatakan tidak menyangka sekolahnya terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi ini. Sebab, ini kali pertama SMP Cakra Buana mengikuti program Kid Witness News. "Awalnya ada seminar, terus kita mau ikut karena kita senang dan tertarik terhadap pembuatan film," jelas siswi kelas 3 SMP itu.

Untuk mengikuti kompetisi selanjutnya di Brasil, Dinda dan tim produksi yang seluruhnya siswi SMP Cakra Buana, perlu membenahi hal-hal teknis yang dirasa masih kurang. Misalnya cara pengambilan angle kamera dan editing. Oleh karena itu workshop yang diselenggarakan Panasonic dengan menampilkan pekerja film profesional, sangat membantu mengembangkan kemampuan memproduksi sebuah film pendek.

Program Kid Witness News merupakan sebuah komitmen dari Panasonic Gobel Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda berusia 10 sampai 15 tahun untuk bisa mengembangkan bakat dan kreatifitas dalam pembuatan film pendek. Para peserta terpilih harus membuat film pendek berdurasi 5 sampai 10 menit dengan tema Ekologi, Komunikasi atau Olahraga.(Ahm/rep)

.