Perebutan Kursi Menteri Bikin Kisruh

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Siapkan Kader untuk jadi Menteri Jokowi, Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) akhirnya mendeklarasikan diri mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Hal inipun menimbulkan kontra dari sejumlah kalangan partai pendukung Pemerintah.


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai utama pendukung Jokowi sudah menyatakan penolakannya jika kursi menterinya diambil. PDIP menilai jatahnya di kabinet sudah sedikit.

"Enggak lah, pasti enggak, masa dikurangi, kita cuma sedikit begitu, dikurangi lagi, habis lah," kata politikus PDIP Trimedya Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Kamis (28/1).

Meski begitu, wakil ketua komisi III ini menyerahkan sepenuhnya wacana ploting menteri menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Akan tetapi, Trimedya meyakini jika partai pemenang pemilu harus mendapat porsi lebih besar.

"Apa yang mau dilakukan, berapa orang masuk kabinet, mandat itu kan ada pada beliau. Kami hanya mengantarkan ke gerbang kepemimpinan," tuturnya.

Sekjen PKB Abdul Kadir karding sudah tegas menolak jatahnya di kabinet diambil. Menurut dia, lebih baik Golkar ambil jatah partai lain saja.

"Masih banyak yang bisa dikurangi yang lain," kata Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).

Karding yakin masuknya Golkar tak akan mengambil jatah PKB. Dia juga yakin Presiden Jokowi proporsional dalam mengambil sikap termasuk soal jatah kursi.

"Soal jatah-jatah Pak Jokowi saya kira proporsional, siapa bekerja siapa yang tidak bekerja," jelas dia.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi istana soal reshuffle jilid II. Istana pun diplomatis menanggapi hal ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan tidak ada jatah menteri buat Golkar yang sudah disiapka pemerintah. Dia juga tak percaya jika Ical sudab siapkan nama buat masuk kabinet.

"Enggak ada. Yang nyiapin itu kamu (wartawan) bukan Pak Ical," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/1).

Meski demikian, Pramono tak membantah apabila ada kemungkinan Golkar akan masuk kabinet. Sebab, kata dia, dalam dunia politik segala hal bisa saja terjadi.

"Ya tentunya politik itu dinamis. Karena keputusan itu sudah disampaikan (saat Rapimnas Golkar) secara formal ke Wapres, ke Menko Polhukam, pemerintah sudah mengapresiasi itu," tukasnya.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo mengatakan, partainya berkepentingan untuk berperan di dalam kabinet. Karena itu, dia menyatakan Golkar pasti siap memberikan kader terbaiknya untuk duduk di kursi menteri Jokowi.

"Sinyal-sinyal (reshuffle) kan sudah lama. Golkar berkepentingan ikut berperan bersama Pemerintah manakala kadernya diminta untuk memperkuat formasi kabinet kerja," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/1).

Menurut dia, saat ini Ical sudah menyiapkan nama-nama yang bakal menjadi menteri. Namun, Bambang belum mengetahui siapa saja yang akan diutus Ical nantinya menuju istana.

"Pak Ical sudah siapkan nama tapi saya enggak tahu siapa namanya," ujar Ketua Komisi III DPR ini. (Mer/RIef)

.