Perkampungan di Klaten Terendam Banjir

©ilustrasi tb

Transbogor.co - Hujan mengguyur selama tujuh jam pada Selasa (2/3) sore hingga larut malam mengakibatkan sejumlah perkampungan kota, maupun kampung pinggir sungai di Kabupaten Klaten terendam banjir.

Salah satu di Kampung Randusari RT 03 RW 06, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, terendam banjir. Genangan air hingga dada orang dewasa.

"Karena hujan terus menerus, menyebabkan air sungai mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, rumah warga yang berada dipinggir sungai mulai terendam sekitar ketinggian satu hingga satu setengah meter," kata Udin (40), warga setempat.

Menurut Udin, penyebab banjir lantaran sedimentasi sungai sangat tebal. Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan penguatan tanggul. Masalahnya, bencana banjir telah menjadi 'langganan' tetap warga kampung Randusari setiap musim hujan.

Sudah sekitar lima tahun tidak ada normalisasi sungai. Sekarang ini, kedalaman tinggal dua meter. Seharusnya sekitar lima meter. Disini yang paling dalam terendam sampai 50 cm.

Selain itu, banjir juga menerjang dua RT di Kampung Sragogede. Persisnya, terletak di sebelah Utara Kampung Randusari. Kedua kampung tersebut berada di aliran sungai yang sama. Namun, terpisahkan Jalan Jogja-Solo.

Hujan deras yang mengguyur Klaten mengakibatkan Desa Wiro, Kecamatan Bayat, terendam banjir. "Ada tiga rumah dan satu kandang sapi yang terendam air hingga 30 cm di Dusun Wiro RT 10 RW 04," kata relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Puji.

Dua Dusun lain, juga terendam banjir. Dukuh Pilangsari sebuah pohon tumbang mengenai tiang listrik. Sedang di Mandungan, tanggul jebol akibat luapan Kali Kuning.

Di Jonggrangan, Desa Kali Kebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, berbatasan dengan Wiro luapan Kali Kuning mengakibatkan jalan di perkampungan sempat terendam setinggi satu meter. Wiro ini diapit Kali Dengkeng dan Kali Kuning.

Gerimis masih mengguyur Tim BPBD, relawan, Camat Bayat Edy Purnomo, Kapolsek Bayat AKP Suyono, beserta sejumlah relawan memantau lokasi banjir. Hingga kini belum diperoleh korban jiwa dalam awal musibah banjir musim hujan tahun ini.(Ahm/rep)

.