Warga Surabaya dilarang Fogging

©

Transbogor.co – Warga Surabaya dihimbau agar tidak melakukan fogging untuk memberantas sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan fogging atau pengasapan untuk memberantas sarang nyamuk hanya dilakukan bila terjadi kasus demam berdarah saja. Itu pun, kata dia, harus melalui izin dari Dinas Kesehatan.

“Kalau tidak ada kasus atau yang mengalami sakit akibat DBD, itu masyarakat jangan melakukan fogging,” kata Febria di Surabaya, Rabu (3/2).

Ia mengungkapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan metode fogging hanya akan mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah baru bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, terlalu sering melakukan foging dapat membuat resistensi atau nyamuk menjadi kebal dan tak mati. Foging juga sebatas membeantas atau membunuh nyamuk dewasa bukan jenit nyamuk.

Febria menambahkan, sebagaimana peraturan Mentri Kesehatan agar pengusaha penjual jasa fogging juga terlebih dulu membuat surat izin saat diminta masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk.

“Jadi jangan mengambil timdakan sendiri, kebiasaannya kan masyarakat ini mengumpulkan iuran sendiri untuk melakukan fogging, kedepan izin dulu. Tapi kalau tidak ada kasus tentu kita juga tak akan memberikan izin,” tuturnya.

Sementara itu data Dinas Kesehatan Surabaya menunjukan adanya peningkatan kasus DBD. Awal tahun ini, kata Febria ditemukan sebanyak 60 warga Surabaya yang terkena penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegepty itu. Sementara tahun tahun lalu, kata dia hanya ada 46 kasus dengan korban meninggal satu orang. Ia pun menyarankan kepada warga Surabaya agar memilih tindakan preventif sederhana dari pada melakukan fogging.(Ahm/rep)
 

.