Cara Mendidik Anak Cinta Rupiah

©

Transbogor.co - Gaya hidup konsumtif sudah menjadi bagian dari masyarakat kita. Tapi sebenarnya gaya hidup ini bisa diubah salah satunya dengan ikut gerakan #SayangUangnya. Bahkan lebih baik lagi jika kita mulai mengajarkan dan mengenalkan gerakan sayang uang sejak dini, saat masih anak-anak. Sehingga gerakan berhembat bisa tertanam pada mereka ke depannya.

Perencana keuangan dan bisnis, Prita Ghozie mengatakan sebenarnya anak tidak mengerti berapa nilai uang. Anak juga tidak mengerti yang namanya mahal dan murah. Prita sudah merasakan hal itu pada kedua anaknya yang berusia 11 tahun dan 7 tahun. Dia mengatakan triknya adalah coba membuat anak memahami sesuatu yang dia mengerti.

Prita mencontohkan, makanan hamburger. Sebagai orang tua kita tahu satu hamburger harganya berapa. Ketika anak ingin membeli mainan yang agak mahal, katakan pada mereka satu kotak mainan ini sama dengan 30 hamburger. “Jadi ketika kamu membeli ini, kamu bisa ajak temen-teman kamu pesta hamburger. Anak-anak pasti mikir, wah menarik. Jadi kalau kamu mau ini, kamu harus ngumpulin uang dulu, kalau tidak, ya nggak bisa cuma beli-beli, nanti dibuang mainannya,” jelasnya sambil mencontohkan percakapan orang tua dan anaknya.

Yang kedua, Prita megatakan cobalah ajarkan anak menghargai uang kecil. Menurut Prita, orang dewasa justru terkadang tidak menghargai uang kecil. Uang Rp 500, Rp 1.000, Rp 2.000, malah ikut tercuci di mesin cuci. “Selama uang rupiah dibuat oleh Bank Indonesia, itu tetap uang, jadi jangan pernah menghambur-hamburkan yang koin,” sarannya.

Prita mengungkapkan anak-anaknya suka sekali mengumpulkan uang receh. Ketika usia tiga tahun anaknya ingin sekali pergi ke Hongkong Disneyland. Lalu ia menyarankan anaknya untuk menabung terlebih dahulu dengan uang receh.

Saat usia enam tahun celengan tersebut dipecahkan. Ternyata terkumpul sebanyak Rp 2,5 juta. Dia pun kemudian menuju bank dan membuka tabungan anak. Prita bercerita, saat itu dengan membawa segepok uang recehan, tellernya sempat pusing. Lalu dia menyampaikan kepada sang teller, agar jangan membuat anaknya jadi tidak mengerti arti uang. Karena uang tersebut, meski recehan  tetap uang. “Jadi tolong bantu saya mengajarkan anak ini arti uang, seratus rupiah pun ada artinya,” ujarnya saat menceritakan kisah anaknya yang di awal mulai menabung.

Akhirnya, anak Prita pun bisa ke Hongkong Disneyland saat usia delapan tahun dan membeli satu tiket dari uang tabungannya itu. “Dia bangga minta ampun, walaupun tiketnya diganti juga. Tapi uangnya dia pakai untuk shopping, dia bangga luar biasa bisa belanja dengan uang hasil tabungan sendiri. Jadi itu bentuk kecil dari kita mulai mengajarkan arti uang rupiah. Jadi jangan remehkan uang koin atau uang seribuan lecek-lecek,” tambahnya.(Ahm/rep)

.