Bahas Soal Sampah, Presiden Undang Kepala Daerah Ini

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Beberapa kepala daerah mengikuti rapat terbatas yang digelar oleh presiden Joko Widodo  membahas pengelolaan sampah .

beberapa kepala daerah yang hadir . Di antaranya Wali kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Materi yang dibahas soal pengelolaan sampah.

Rapat digelar di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/1/2016). Rapat dimulai sekitar pukul 15.35 WIB. Dalam jadwal, agenda rapat adalah Kebijakan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah dan Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah terutama mengubahnya menjadi energi listrik. Jokowi berharap hal itu tak cuma hanya rencana, tapi direalisasikan.

"Sekedar mengingatkan mengenai pengelolaan sampah menjadi energi listrik, sudah kita bahas beberapa kali. Saya harap ini rapat terakhir,sudah putus, dan bisa dilaksanakan," ucap Jokowi mengawali rapatnya.

Hadir Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Jubir Presiden Johan Budi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri Bappenas Sofyan Djalil.

Hadir juga perwakilan kepala daerah yang diundang, di antaranya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful.

"Beberapa kali saya meminta pengunaan teknologi agar pengelolaan sampah bisa efektif dan cepat, bisa hilang dari kota-kota besar kita dan dilakukan di beberapa kota mengenai bank sampah serta budaya reduce,recycle," lanjut Jokowi.

Tapi fokus rapat pada sore ini Jokowi ingin merealisasikan tentang sampah sebagai sumber energi listrik. Dengan begitu, dia berharap bisa menambah pasokan listrik.

"Kita berharap ini nanti menambah pasokan listrik kita. Tapi yang lebih penting sampah bisa hilang, bisa bersih dari kota dan menghasilkan energi. Mungkin ini nanti yang berkaitan dengan masalah harga berapa dan di kota yang mana," imbuhnya.

Usai Presiden Jokowi memberikan pengantar, rapat tersebut digelar secara tertutup. Setelah rapat rencananya akan diadakan jumpa pers. (Det/Rief)

.