KPK Bawa Dua Kardus Berisi Dokumen dari Kantor Bupati Bogor

  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa dokumen usai melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Bogor Rachmat Yasin di Cibinong, Bogor, Jabar, Jumat (9/5). Penggeledahan tersebut terkait kasus suap tukar menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektar di kawasan Sentul Bogor dimana KPK menangkap Bupati Bogor Rachmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Muhammad Zairin dan dari pihak PT Bukit Jonggol Asri Franciskus Xaverius Yohan Yhap. foto: antara

Cibinong, Trans Bogor - Setelah menggeledah Kantor Bupati Bogor selama lebih dari 10 jam, belasan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi pergi meninggalkan gedung dengan membawa satu koper berwarna ungu dan dua kardus yang diduga berisi berkas.

Tim KPK yang dikawal sekitar 11 orang anggota Brimob Polda bersenjata lengkap pergi meninggalkan gedung KPK dengan sembilan unit mobil minibus.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi, Diskominfo Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengatakan, ada beberapa berkas yang dibawa oleh KPK dari hasil penggeledahan tersebut.

"Ya tentunya ada beberapa berkas yang dibawa, apa materinya saya tidak tahu pasti, ada beberapa "hardisk" juga," ujarnya saat ditemui usai tim KPK meninggalkan gedung, Jumat (9/5/2014).

Menurut Erwin, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap akan kooperatif dalam membantu penyidikan KPK.

"Jika ini (penggeledahan) masih berlanjut, siapapun pejabatnya, kita sudah instruksikan agar tetap kooperatif untuk membantu KPK," ujar Erwin.

Terkait sejumlah kepala SKPD yang diminta datang saat penggeledahan Kantor Bupati oleh KPK. Erwin menyebutkan, memang sejumlah Pimpinan SKPD terkait diminta hadir oleh KPK.

"Ya ada keterangan dan data-data yang diminta KPK, makanya tadi sejumlah SKPD terkait diminta hadir," ujarnya.

Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Pemerintah Kabupaten Bogor. Ada empat lokasi yang digeledah yakni Kantor Bupati, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Pendopo (Rumah Dinas) dan Dinas Tata Ruang.

KPK datang melakukan penggeledahan pada pukul 03.00 WIB dan selesai pukul 14.30 WIB.

Penggeledahan yang dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Rachmat Yasin ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (7/5).

Keesokan harinya, Kamis (8/5) KPK menetapkan Bupati Bogor sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap senilai Rp1,5 miliar untuk mendapatkan rekomendasi tanah seluas 2.754 hektar. Sebelumnya Bupati juga menerima Rp3 miliar dari pengusaha tersebut.

Selain Bupati, KPK juga menangkan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Muhammad Zairin dan seorang pengusahan FX Yohan Yhap (YY) dalam kasus tersebut.

(adh/ant)

.