Kapolri harap ada aturan khusus soal donor

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Bareskrim Mabes Polri bersama dengan Polda Jabar berhasil membongkar sindikat perdagangan organ tubuh ginjal. Dalam kasus ini polisi menangkap sekaligus menetapkan AG, DD dan HR sebagai tersangka.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan pihaknya masih mengembangkan proses penyidikan terhadap tiga orang yang diduga sindikat tersebut.

"Tetap kita proses hukum," ujar Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan.

 
Badrodin menilai saat ini seharusnya dibuat regulasi atau aturan khusus bagi orang yang ingin mendonorkan organ tubuhnya. Dia mencontohkan seperti bagaimana caranya jika seseorang ingin melakukan donor ginjal dan tempat pendonoran tersebut sehingga tidak ada lagi praktik jual beli.

"Harus diatur ada regulasi yang bisa menempatkan di mana masyarakat mau mendonorkan. Di mana masyarakat itu mau mencari pendonor. Sehingga tidak terjadi jual beli," katanya.

Seperti diketahui, dari hasil pengembangan, polisi telah mendapat informasi ada 15 orang yang menjadi korban praktik jual beli organ tubuh tersebut.

"Untuk hasil pengembangan kemarin (korban) ada 7 sekarang ada 15 jadi korban," kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/2) malam.

Dia mengatakan dari 15 korban yang diketahui, baru 10 orang yang berhasil dimintai keterangan. Sedangkan, 5 korban lainnya belum juga ditemukan.

"Dari 15 tersebut, baru 10 yang sudah ditemukan dan dimintai keterangan, yang 5 lagi belum," jelas dia.

Di sisi lain, meski sudah memeriksa 10 korban dari kasus yang menjadi sorotan banyak pihak ini, polisi belum juga menetapkan tersangka lain. "Tersangka masih tiga (AG, DD dan HR)," tandas dia.

Secara terpisah, Kasubnit II Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri AKP Chuck Putranto menjelaskan alasan penyidik sulit menemui 5 korban lainnya. Chuck mengungkapkan jika pelaku sindikat perdagangan ginjal itu mengancam para korban dengan dalil akan menyeret nama mereka menjadi tersangka.

"Untuk korban kita memang ada kendala karena memang sebelumnya para korban sudah diberitahu oleh para pelaku bahwa mereka bisa dijadikan pelaku juga atau turut melakukan," ungkap Chuck.

"Jadi takut mereka, ada beberapa tim ke sana (tempat korban) tim sedang meyakinkan para korban dulu nanti baru kita periksa. Kita juga koordinasi dengan LPSK," tambah Chuck. (Mer/Rief)

.