Jusuf Kalla Apresiasi Suksesnya pelaksanaan pilkada serentak

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi suksesnya pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Penyelenggara Pemilu seperti KPU, Bawaslu dan pihak terkait dinilai JK sudah berhasil menyelenggarakan Pilkada dengan baik dan aman.

"Tentu saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada semua Anda yang hadir karena Anda sebagai bagian penyelenggara pemilu telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga pemilu berjalan dengan baik, aman," kata JK dalam sambutannya pada Bawaslu Award 2016 di Balai Sarbini, Jl Jend. Sudirman, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Menurut JK,  pelaksanaan Pemilu termasuk Pilkada serentak harus tetap bermartabat. Aturan hukum termasuk etika penyelenggara dan peserta Pemilu wajib dipatuhi.

"Yang diharapkan kita semua ialah pemilu yang bermutu, yang penuh etika. Walau kita baik pemilunya tapi kita masih Pemilu zaman kuno yaitu pakai paku. Dulu waktu zaman saya pakai pulpen sekarang balik lagi pakai paku," tutur JK disambut tawa tamu undangan.

Namun JK memberi catatan soal pentingnya upaya meningkatkan partisipasi pemilu. Masyarakat menurutnya harus diberi pemahaman kesadaran pentingnya pelaksanaan Pemilu.

"Kesadaran masyarakat juga perlu dibahas. Pemilu yang baik Pemilu yang bergairah, kita Pemilu kurang bergairah. Jadi banyak hal yang dapat kita perbaiki," imbuhnya.

Dengan Pemilu yang bermutu, maka hasil pemilihan nantinya berdampak pada kepemimpinan kepala daerah baru dalam pemerintahan. "Menghasilkan Pemilu yang bermutu dan dapat meningkatkan demokratisasi, dengan demokrasi baik, Pemilu baik, dapat menghasilkan pemerintah yang baik," ujar JK.

Semua pihak lanjutnya harus bersyukur dengan pelaksanaan Pemilu yang aman dan berlangsung tertib. Sebab di negara lain dicontohkan JK seperti Pakistan, Pemilu digelar di tengah suasana mencekam.

"Kita Alhamdulillah, kalau ukuran orang Pakistan termasuk Pemilu membosankan. Kita bersyukur pilkada berhasil dengan aman.  Saya ucapkan terima kasih tolong dijaga itu. Tanpa penyelengaraan baik dan pengawasannya maka masyarakat sulit mengikuti," kata JK.

Sementara itu Ketua  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshidiqie dalam sambutannya menekankan pentingnya aturan main baru dalam Pemilu/Pilkada. Bukan cuma soal aturan hukum, para penyelenggara dan peserta Pemilu harus mematuhi kode etik.

"Etika penyelenggaraan Pemilu menjadi bagian tidak terpisahkan. Persoalannya integritas Pemilu tidak terletak hanya pada penyelenggara tapi  kita memerlukan integritas peserta, kandidat. Kadang kandidat aktif mendekati penyelenggara untuk berbuat di luar etika," ujar Jimly.

"Walau penyelenggara baik tapi pesertanya tidak baik, ini masalah. Mohon dipertimbangkan bukan hanya etika penyelenggara Pemilu diperhatikan tapi etika penyelenggaraan. Di dalam penyelenggaraan, terlibat juga peserta terlibat juga kandidat. Kandidat sanksi terberatnya adalah diskualifikasi. Kalau peserta diancam tindak pidana Pemilu tidak menakutkan tapi kalau didiskualifikasi Insya Allah menakutkan," tutur Jimly.(Det/Rief)

.