Jokowi : Kita ingin biaya logistik sama atau mendekati negara tetangga

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai pentingnya Indonesia mengurangi biaya logistik yang sangat tinggi. Salah satunya karena gudang atau tempat penimbunan barang impor yang akan dipergunakan perusahaan di Indonesia, justru berada di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Maka dari itu, kebijakan yang ditempuh adalah dengan adanya 11 Pusat Logistik Berikat (PLB) di berbagai daerah melalui berbagai fasilitas kemudahan.

"Biaya logistik kita tidak logis kalau selama ini gudangnya itu ada di luar negeri," ungkap Jokowi saat peresmian di kawasan industri Cipta Krida Bahari, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (10/3/2016).

Sekarang biaya logistik di Indonesia mencapai level 23%. Angka tersebut, menurut Jokowi dua kali lipat dari Singapura dan Malaysia. Agar produk yang dihasilkan bisa kompetitif, maka biaya logistik harus dipangkas setara.

"Biaya logistik kita memberatkan negara ini. 2-2,5 kali lipat dari Singapura dan Malaysia. Kita ingin biaya logistik sama atau mendekati negara tetangga. Kalau yang seperti ini tidak didekatkan, jangan bermimpi kita bersaing, berkompetisi," terangnya.

Diharapkan nantinya Indonesia akan menjadi pusat logistik untuk kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia Pasific.

"Di era kompetisi sekarang ini, era percepatan kerja, percepatan pembangunan, mari kita jadikan PLB ini sebagai hub logistik untuk Indonesia, Asia Pasific," tukasnya. (Det)

.