DPR minta Menteri Yuddy maafkan guru honorer

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Cerita ditangkapnya Mashudi (38), guru honorer SMAN 1 Ketanggung oleh Polda Metro Jaya, mencuri perhatian banyak pihak. Pria asal Brebes ini ditangkap dengan alasan mengirimkan pesan singkat berupa ancaman ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Mashudi mengirim sms lantaran gerah, sudah 16 tahun bekerja, gaji tertingginya cuma Rp 350.000.

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy meminta menteri Yuddy tidak memperpanjang masalah ini. "Kita minta Yuddy memaafkan Mashudi. Yang saya tahu komunikasi SMS tidak dengan Pak Yuddy langsung, nomor handphone dipegang ajudan, yang menjawab ajudan Pak Yuddy," kata Lukman saat dihubungi, Kamis (10/3).

Politisi PKB ini menuturkan, dari balik jeruji besi, Mashudi mengirimkan surat permohonan maaf ke Menteri Yuddy. Surat tersebut awalnya disampaikan Mashudi ke komisi II DPR. Oleh DPR surat itu dikirim ke Menteri Yuddy.

"Jadi suratnya Mashudi lewat anggota komisi II, sudah diteruskan ke pimpinan komisi II surat dari Mashudi minta tolong kirim ke Pak Yuddy. Itu surat permintaan maaf,"" tuturnya.

Dalam pandangan Lukman, insiden ini hanya permasalahan miskomunikasi saja. Karena itu dia berharap keduanya saling memaafkan.

"Komunikasi jelek karena lewat SMS, emosional saja dan dia sudah minta maaf. Sekali lagi tetap masuk delik aduan, kalau Yuddy berbesar hati ya memaafkan," pungkasnya.

.